Menelan Kisah

Karya . Dikliping tanggal 18 Oktober 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Menelan Kisah I 

seorang lelaki tak tega melihat wanita tua tergeletak
di jalan, ada air kehidupan yang mengalir
dari susunya
sepanjang hembusan pertualangan napas

dan kita tak tega membiarkan lelaki itu terdiam
setelah uraian kisah yang baru dimulai
ditelan mulut berhentak suara menjalar
dari para penegak kepatuhan yang menggelegak
di liang kezaliman

lelaki itu pula sungguh tak tega pada dirinya
nyawanya telah di pesan wanita tua
yang kemarin tergeletak di jalan

Baca juga:  Plesetan Pantun Minggu ke-2 Mei 2015

Solo, 28 September 2015 

Menelan Kisah II 

saban berhasil meninggalkan istana
kembali menghadap penerus maharaja durhaka
yang rela membocorkan kantong darah
kakak tertuanya demi kekuasaan sementara
maharaja durhaka itu berkata: kau telah
menghabisi nyawa saudaraku, terimalah hal setara!
mulut sabar menjalar dengan liur memerah
sebilah keris masih tertancap di ulu hati
sebelum rahasianya dikisahkan pada petua
kerajaan negara daha nyawa menjauh pergi
tak ada penghakiman atas pelaku utama
–pangeran tumenggung

Baca juga:  Luka yang Abadi - Ranting Pohon Kehidupan - Sunyi yang Perih - Rintik Gerimis yang Merdu - Gugur Mawar di Atas Dada Sunyi - Berbagi Laut Kepadamu, Weisku

Solo, 28 September 2015 

Menelan Kisah III 

Lelaki tua mengisah pemuda
saat pertemuan tak membiarkan
sebuah percakapan
memanjang

Solo, 28 September 2015 

Menelan Kisah IV 

Di balik baju lelaki itu
Terdapat sungai-sungai
Yang mengalir aroma kamboja
Ke pori di taman suci
Hari telah berhenti

Solo, 28 September 2015 

Menelan Kisah V 

Kutangkap wajah lelaki itu
dengan penuh tanda tanya
edang denyut nadinya telah lepas

Solo, 29 September 2015 

Baca juga:  Jika Halaman Habis sebagai Buku - Ini Hujan dan Aku Memandang ke Luar - Kau Yang Jadi Bayang-Bayang - Gerhana Anno 2016

Wahyu Wibowo, penulis, bergiat di Bilik Literasi, Solo. Ia pernah meraih Anugerah Cerpen Silampari dan Peraih FLP Sumsel Award kategori penulis favorit (2013). Pada 2015, ia telah menerbitkan tiga buku antologi yang digagasnya.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Wahyu Wibowo
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 18 Oktober 2015