Ingin Sesaat Melupakanmu – Perpisahan Dalam Doa – Irna dan Nadzomnya

Karya . Dikliping tanggal 8 November 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Ingin Sesaat Melupakanmu

”Aku ingin bersandar pada senja
Di mana kesedihanku terhapus
meganya!”
Atas nama salammu yang pertama,
perempuanku
Mungkin aku agak sedikit bergetar
Sebab kerinduan terakhirku telah berse-
mayam dalam batin
Namun ketahuilah, perempuanku
Biarkan sepasang mataku terpejam
untuk sekejap saja
Sampai aku lupa, bagaimana cara
mengingatmu
2015

Perpisahan Dalam Doa

– Ach Zaini

Kita tidak pernah berfikir tentang
kemungkinan-kemungkinan nanti
Hanya saja doaku-doamu yang lekat
pada kaca ini, basah dan tertelan kata-
kata asing
Hanyut dalam denting mayor dan minor
Dan kita yang sibuk pada tujuan
masing-masing
Menelan senyuman masam dari raut
yang tampak samar
Lantaran, Tuhanku -Tuhanmu telah
menciptakan;
Sebuah perpisahan yang telah dahulu
mendahuluiku-mendahuluimu
2015

Irna dan Nadzomnya

– Irna Novia Damayanti

Irna,
Aku tak mengerti makna nadzom itu
Mungkinkah nadzom adalah sebungkus
senyummu untukku?
Bila benar demikian, ajari aku lebih
dalam lagi
Irna,
Ketahuilah, kala itu yang timbul
hanyalah cintaku
Yang terbakar adalah jiwaku
Aku tak tahu
Aku tak paham
Sibuk aku dengan kebisuanku
Hilang aku dalam lipatan-lipatan waktu
2015

Aku Seperti Kamu di Dalam Ceritaku

Aku yang seperti kamu di dalam ceri-
taku
Menaru cemas pada setiap kini dan
nanti
Di mana jarak telah pingsan
menanyakan waktu
Dan ruang tak lagi pernah menghapal
lagi keberadaanmu
Aku yang seperti kamu di dalam ceri-
taku
Lalu mengadu ia padaku, padamu;
”Aku seperti kamu di dalam ceritamu.”
2015
Khairur R Bunang, lahir di Ujung Timur pulau Madura. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Usuhuludin, dan kini bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). (92)
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Khairur R Bunang
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 8 November 2015