Ladang Kesunyian – Kemarau – Langit

Karya . Dikliping tanggal 1 November 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Ladang Kesunyian 

Angin berhembus di ladang-ladang kesunyian 
Tak ada lagi para petani di sana 
Hanya kesiur musim kering mengirimkan 
Udara yang hampa dan bertuba 
Burung-burung pun bergegas terbang 
Melintasi ladang dengan kepak-kepak penuh debu 
Tak ada lagi siul dari paruhnya 
Kecuali pekikan-pekikan tajam 
Karena paruhnya telah terbakar mematuki 
Bara di atas punggung-punggung tanah terbuka 
Burung-burung itu seperti ingin memberi kabar 
Tentang sebuah negeri yang terbakar 
Di mana kebebasan telah menjadi api dalam sekam 
Di sepanjang bentangan kesunyian 
Denpasar, September 2015 

Kemarau 

Kemarau sepanjang musim 
Meranggaskan seluruh daratan 
Menjerang seluruh impian 
Mengasap seperti dupa 
Menjadi duka menyesapkan dada 
Kemarau telah menyilaukan mata 
Di ladang-ladang yang terbuka 
Tak ada lagi yang tersisa 
Selain arang yang terus membara 
Di dalam sekam tak terpadamkan 
Kemarau menghembuskan impian 
Para petani dari musim panen 
Tanah-tanah retak tak dapat dibajak 
Mengusir petani menjadi urban 
Ke kota-kota tempat pelarian harapan 
Denpasar, September 2015 

Langit 

Langit tak lagi menyimpan awan 
Seluas cakrawala membentang 
Hanya terik yang memanggang 
Di mana hujan menjadi butiran air mata 
Begitu kasatnyakah kenyataan?
Langit tak lagi menyimpan hujan 
Untuk diturunkan menyuburkan harapan 
Tetapi hanya menjadi igauan 
Di antara doa-doa yang disampirkan 
Pada kalimat-kalimat panjang 
Dengan napas keputusasaan 
Langit adalah tempat tengadah 
Untuk semua impian didulangkan 
Bumi adalah tempat berpijak 
Untuk semua kenyataan 
Denpasar, September 2015
Nunung Noor El Niel lahir di Jakarta, 26 September, telah menerbitkan buku Solitude (Teras Budaya, 2012), kumpulan puisi tunggal Perempuan Gerhana (Teras Budaya, 2014), KISAS (Teras Budaya Jakarta, 2015), kumpulan puisi bersama 50 penyair grup DSJ: METAMORFOSIS (Teras Budaya, 2015), Antologi Komunitas Ruang Aksara Nyanyian para Pencinta (2015), dan lain-lain
Rujukan:
[1] Dislain dari karya Nunung Noor El Niel
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 1 November 2015