Tenun Perkabungan – Kayu Penenun – Laporan Surat Kabar Tentang Penampakan Piring Terbang di Atas Tempat Pelacuran

Karya . Dikliping tanggal 20 Desember 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Tenun Perkabungan

kerlip pertama bintang pagi sampai di kerdip mata binatang ini
benang-benang malam terendam ke kedalaman fajar
fajar merah, fajar pemilin getah
air mandi disiapkan, tangga ke arah sanggah, tangan dikatupkan
lebah tambun bersarang di belah gerabah
bunyi paceklik membuat bintik di kulit tumit, seorang pemangku
dengan lonceng kecil, jubahnya kelabu, jamur musim, lamur dan masam
ada ini kali kalangan api, begitu pagi sempurna dan payau cahaya
menggarami mata, tapi ingat, tak ada berkah bagi penghuni lembah
kecuali sekali kelompok kelinci
melinas dan berbelok persis di batas, mati dan hampir mati
air mandi sudah mendidih, buih menyerpih ke kain sapih
uap lenyap bersama sisa-sayap burung dadap
manakala lebah tambun berkerumun di kusut rambut penenun
getah terlepas, gerabah dipecah, angin lembah berubah arah…
(2015)

Kayu Penenun

letakkan ia di tangan perempuan, anjing akan mendengking
kabut merentangkan kelambu dan mata lelaki gemetar menanggung demam
di pintu dusun cahaya bulan melepaskan ruh leluhur
biji-biji hancur dalam tanah, menguap bagai bintang tua
kalian akan dengar benang tenun mekar di kamar
benturan kayu dengan kayu, bunyi air melubangi batu
nun di kedalaman waktu, manakala sekelompok perampok
tiba di sini setelah pelarian panjang menembus malam dan bayang-bayang
mereka leluhur kami, merah pada darah penghuni dusun ini
kalian, para pendatang, kalian akan bilang, kami pecundang
yang takluk lantaran terlalu mabuk, lantaran sayap-sayap nira
berkibar seperti bendera kapal di tengah perang besar
meski sekarang perang yang lain berkobar di tengah-tengah pasar kain
kalian bisa lihat lembar-lembar hikayat yang terlanjur dilipat
letakkan saja ia di tangan perempuan, kayu yang lebih tua dari usianya
telingan kalian akan percaya semua yang kalian dengar cuma dusta belaka
(2015)

Laporan Surat Kabar Tentang Penampakan Piring Terbang di Atas Tempat Pelacuran

mereka terbang miring seperti kehilangan orbit
kebetulan langit bersih dan kamera kami menangkap
serpih-serpih cahaya pipih yang mirip benih
sebagian kami mengira itu teluh yang tengah menempuh
perjalanan jauh untuk masuk ke dalam ruh
tapi yang lain bilang itu semacam bintang
bintang yang terbanting dari pusaran antariksa 
para pakar menilai bakal ada seranai badai, ratu adil,
matinya seorang alim, tanda-tanda munculnya kaum kasim
mereka akan merujuk pada sekian petunjuk
laporan saksi mata yang merasa pernah disiksa
setelah diculik dan pulang dalam keadaan amnesia,
seperti para penghuni gang ini
sekumpulan alien, makhluk lain yang kerap dikutuk
tapi diam-diam diidamkan
(2014)
Kiki Sulistyo bermukim di Lombok. Buku puisinya, Penangkar Bekisar (2015)
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Kiki Sulistyo
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” Sabtu 19 Desember 2015