Langgam Kayam – Dari Poso Ke Sarajevo

Karya . Dikliping tanggal 3 Januari 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Langgam Kayam

(Seribu kunang-kunang di Manhattam)

Di pangkuan malam Manhattam
Dalang mendendang pupuh Kayam
Dalam pelukan Jane memeram
Denyut nadi irama langgam
Ada kunang-kunang seribu
Ada riap kenangan di kalbu
Apakah kekasih, Marno diburu
Aku Jane, Marno jangan bisu
Kasihku, Jane, kenakan kimono
Kerlip cintaku gadis Solo
Ke sana pikiranmu, Marno?
Kasihku, payah pikiran kuno
Ini malam dingin mendesah
Ingin kututup lembaran kisah
Ia mungkin tengah tengasah
Iringi kenangan silam basah
Tidak, Jane, ini musim menabur
Terasa benar bayang mengabur
Tidak, Marno, ini musim gugur
Terasa benar ia sedang berlibu
Marno, kasihku, jauh di Texas
Mungkin di luar hujan deras
Malam kian panjang dan nahas
Marilah, tutup pintu di teras
Jakarta, 2015

Dari Poso Ke Sarajevo

(GM: Misalnya Kita di Sarajevo)

Tuan Goenawan yang berbahagia
Kiranya saya tergesa-gesa
Mengurai benang merah Kahlo
Pada suatu siang di Sarajevo
Tapi begitulah adanya, kami anak muda
Selalu mengizinkan sulaman berenda
Dari airmata bahasa Indonesia
Menjadikan serangkai peristiwa sia-sia
Mungkin mataair-airmata kami tak cukup seksi
Dibandingkan dengan airmata-mataair Sarajevo.
Puisi kami tak cukup bertenaga membuat narasi Poso
Anak-anak pertiwi, anak-anak bahasa kami
Mungkin Munir dalam narasimu akan tampak nyinyir
Kami tak ingin memimpikannya seperti dirimu
Berharap Frida Kahlo datang dalam mimpi pilu
Narasi kami sudah penuh dengan peristiwa
di tanah air:
Peristiwa berdarah; Aceh, Sampit, Papua, dan Poso
Biarlah Frida Kahlo menari dalam puisimu
Kami, anak muda akan menjahit rasa malu
Dalam lipatan selendang berdarah Wiji Tukul Solo
Jakarta, 2015
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mahwi Air Tawar
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 3 Januari 2016