Sakratulmaut – Soneta Sudah Mati – Pujangga Calzoum

Karya . Dikliping tanggal 3 Januari 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Sakratulmaut

alangkah lama kita tak pulang
menempa rempah ditampi rumput
lalu bertanya moyang gelombang
apakah kau masih seraut laut?

suaramu sekian batu bersurat
tanganmu seranggi jawi merawi
darat tergurat huruf dal-ra-ta
samudera jua kau ruwat derita

kau elu minyak bumi di hulu
ikan-ikan nyingkir terlimbah hilir
tinggal rengkah tanahmu kini
diperah darah kaum petani

zalim gergaji pohon disembah
rahim sungai dulu kau bantah
siapa yang lupa mengetam diri
lukalah ia akan baham bahari

kaudesak-desak limbung rakyatmu
jangan memunggungi teluk karunia
kauusap-usap airmata bangsamu
tangismu cekungan susuk kornea

Baca juga:  Laki-laki yang Kawin dengan Babi

maka syahdan di simpang jalan
kau kubur hutan sebelum tuhan
gagap membajak sawah berkabut
kau ungkap lanun dan bajak laut

alahai bingkas kapal thailand
nyiru beras mereka tadahkan
kau sangka laut yang terbujuk api
rakyatmu membusuk dalam padi

2015

Soneta Sudah Mati

soneta sudah mati eci
dengkurmulah tabiat puisi
memejam di luar gemuruh di dalam
embun merangkum badai semalam

soneta telah pergi eci
gemetar jemarimu menjadi baris
bebas kukarang selarik lili paris
kain-kain rindu lucuti sepi

angin datang dari kaf
menggoyang benang nadi
helai demi helai paragraf

Baca juga:  Jumprit - Bodoh - Yang Berlalu - Semut Jantan - Aku Seperti Puisi - Tinggal Angan - Ingin Aku Jemput Kau Malam Ini

hidupku dicukupi kecupan eci
seniskala debu senirmala waktu
mampir bibirmu di sampiran mautku

2015

Pujangga Calzoum

tiga hari ngeri
tiba lagi nyeri
senin ke rabu ia menunggu
menyalin jerebu
bandara pekanbaru
salawat berkabut
di bawah misainya panjang
pesawat takut
membawanya pulang

dihayunnya kapak
dihayunnya
tapi pohon dan hutan
telah tiada

yang tinggal jerih
yang tanggal repih
asap mengisap lebat
landasan nisan
menampung sisa bara
para penumpang
hanya malaikat
anggun mendarat
menyela kata
lamun kalsium
pujangga calzoum

Baca juga:  Napak Tilas Alejandra Pizarnik (1) - Napak Tilas Alejandra Pizarnik (2) - Omerta

ditakiknya mahamantra
ditakiknya
bahkan maut
yang seronok nyanyi berdentam
di pokok gambut dan sekam
tak
cam
ngancam

2015


Ramon Damora lahir di Muara Mahat, Kampar, Riau, 2 April 1978. Buku puisinya adalah Bulu Mata Susu (2007) dan Soneta Anai-anai (2015). Bermastautin di Batam. 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ramon Damora
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” Minggu 3 Januari 2016