Seorang Tua Terbaring – Tangan Malam – Akhirnya

Karya . Dikliping tanggal 28 Februari 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Seorang Tua Terbaring

Seorang tua terbaring
di bawah pohon sendirian
aku mengenangnya dari
sebuah pintu
di seberang selat yang jauh

Sehelai rambutku pernah jatuh
melewati jemari
tangannya yang kerap
gemetar kala menyentuh

Kelopak-kelopak bunga terbaring
yang kutabur
serupa ingatan tumbuh merambat
di dada kehilangan

Namun, aku senantiasa dekat
pada hijau benih
pada harum keringat
miliknya; serupa doa
putih dan lirih

Serupa awan yang menjauh
dari langit
mendekat ke ladang-ladang kering
di mana kesabaran hening terbaring

Menyemikannya kembali rimbun
seperti kenangan
yang dalam diam kujaga, kurawat
setelah cerlang matanya pucat

Baca juga:  Karena Tanjungkarang - Ingin Jadi Asap di Ujung Rokok - Ketika Aku Pohon, Kau Ingin Jadi Taman - Sebab Pohon - Kepalaku dalam Kepalamu

terbawa senja yang berangkat

Pagesangan, 2015

Tangan Malam

Kutangkap darimu,
tangan malam yang
menjatuhkan gelap di pundakku

Biarkan sekerlap bintang
turun menyapa ladang
bersarang di pucuk lampu

Lalu, mengangkat diri kembali
menerabas pohonan, daun-daun
menembus bayangan
mencari jalan

Menuju ke kedalaman
panggilanku

2015-2016


Akhirnya

akhirnya aku tiba
di 22.55 Wita
tubuhku beraroma kabin
deru rindu yang kuantar
selekas mungkin

dengan menghela segala
yang bersamaku
kutinggalkan pintu demi pintu

menuju luar bandara
detak jam di jantungku
memburu irama

di ambang pintu luar;
kau berdiri, mengenakan kacamata
sweter merah marun
ransel menggantung di pundakmu
serupa sayap burung

Baca juga:  Perihal Waktu

hitam dan diam
bagai sebuah kotak musik
sarat menyimpan tembang-tembang kecintaan

aku terus berjalan menujumu
memandang sepasang mata
juga lenganmu
oh cinta, tulang kecil di rusukmu

gemparlah-gemparlah
menerimaku

Jakarta-Mataram 2014

Lailatul Kiptiyah, lahir dan besar di Blitar-Jawa Timur. Puisi-puisinya dimuat di Media Indonesia, Suara Karya, Indopos, dan lain-lain. Pernah diundang menjadi peserta Temu Sastrawan Indonesia IV di Ternate (2011), Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi (Desember 2012), dan Temu Karya Sastrawan Nusantara di Tangerang (Desember 2013).Emi Suy Hariyanto (Emi Suyanti), kelahiran Magetan, Jawa Timur, Februari 1979. Karyanya dimuat di media daerah dan nasional. Tergabung dalam beberapa antologi kumpulan cerpen dan puisi: Rindu Bulan Penuh Keajaiban (2012), Lukisan Bumi Pertiwi (2012), Ada Apa dengan Hati (2013), dan Hujan Kata di Negeri Puisi (2013)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Lailatul Kiptiyah
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” edisi Minggu 28 Februari 2016