Sungai Serayu – Sungai Bengawan Solo – Sungai Kelawing – Sungai Bogowononto – Sungai Progo – Kartini Belajar Memanah – Orasi Kartini – Kartini Menggugat Kitab Suci – Karsih Kartini

Karya . Dikliping tanggal 27 Maret 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Sungai Serayu

cerita pandawa dengan kuku yang gigih
mendengar air nangis getih 
jatuh dari tebing 
kebentur bebatu 
ngangkut kayu 
tangisnya tersembunyi dijurang 
ternyata tak gampang untuk selalu sayang 
biarkan bergoyang kesawah atau ladang 
agar sipejuang kenyang 
agar sipetani tiada henti aniani 

Sungai Bengawan Solo

air berwarna pelangi itu terbang tinggi 
jauh sudah segalanya dialiri 
tebar pesona sepanjang perjalanan 
tabur bunga pada siapa saja dijalan 
air mengalir sampai jauh 
menghempas perahu nabi nuh 
air mengalir sampai jauh 
melepas sukma menggapai ruh 
akhirnya kelaut…! 

Sungai Kelawing

kurawa seluruh bala tentara berduyunduyun
agar menangkan sayembara 
cing cing goling 
putus asa berguling diarena perang tanding 
musuh jauh lebih gagah perkasa 
maka terimalah jika harus binasa 

Sungai Bogowononto

ada cerita menarik sebelum nafas kecekik 
sungai hanya garis pembatas 
memisahkan dua kubu berseteru 
masingmasing merasa tak pernah keliru 
perang panah 
perang punah 
kutub membedakan dua sahabat 
antara darah ningrat dan penghianat 
sepanjang sungai pejabat enggan berjabat 
takut kuwalat…,serunya 
tak berani melawan arus…,jawabnya 

Baca juga:  Negeri Semakin Ngeri - Ketemu Puisi Semu - Puisi Teh Pahit - Puisi Kopi Pahit - Puisi Air Putih

Sungai Progo

pada jiwa deras air sungai yang sakit 
membawa laju rakit sedikitsedikit 
pernah singgah disawah pernah juga dirumah 
pertanda bahwa senyumnya sumringah 
gagal naiki bukit…gagal naiki langit 
gagal naiki gunung 
gagal naiki wuwung 
hidup terus mengalir…kenapa mesti murung 
hidup terus mengalir…kenapa mesti mutung 


*) Padepokan seni matahariku 2016 

Kartini Belajar Memanah

srikandi mengajari memanah pada anakanak kartini 
agar tak dianiaya oleh kaum lelaki 
panah pasopati akan mengangkat drajat kartini 
panah pasopati akan membangun negeri 
panah pasopati akan memuliakan kian tinggi 
panah pasopati satusatunya senjata kaum kartini 
untuk selalu setia kepada hati nurani 

Baca juga:  Dream Catcher


Orasi Kartini

lahir dari rahim ibu Ngasirah keluarga ningrat 
anak perempuan tertua yang kerap tak sepakat 
jalan pikiran tak sependapat 
rambut dan matanya bundar 
gelora jiwa berpencar tak pernah pudar 
berawal dari mulut kemulut 
pelanpelan gairah pemberontakan tersulut 
ajaran tutur membentur guntur 
agar tuntunan tak sekedar tontonan 
stella…! 
Ini semua karena engkau
sangat menakjubkan sangat memukau
membuat jangkauan tangan menggapai mimpi 
bagaimana dapat menemukan jika tak mencari 
aku mau merebut kebebasanku…! 

Kartini Menggugat Kitab Suci

aku menolak peradaban juga penderitaan 
penganiayaan 
penindasan 
perkosaan 
kungkungan dari adat 
kungkungan dari tembok 
kungkungan dari sekolah 
kungkungan dari terali 
kungkungan dari lelaki 
kungkungan dari poligami 
dan aku pertanyakan tentang kitab suci 
mengapa hanya dihafalkan saja 
mengapa hanya dilafalkan saja 
mengapa hanya dibantalkan saja 
mengapa kitab suci hanya menjadi alasan untuk berselisih 
mengapa kitab suci hanya menjadi alasan untuk berpisah 
mengapa kitab suci hanya menjadi alasan untuk bersakiti 
mengapa…! 

Padepokan seni matahariku purworejo 

Karsih Kartini

ingin semua menjadi ibu 
ya hanya sebagai ibu 
bukan sebagai babu 
bukan sebagai benalu 

Thomas haryanto soekiran 2016 
Padepokan seni matahariku Purworejo

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Thomas Haryanto Soekiran
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” edisi Minggu, 27 Maret 2016