Tamasya – Cikaracak – Stasiun Kecil

Karya . Dikliping tanggal 13 Maret 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Tamasya

Di rumah kita temukan pintu rahasia
Jalan tamasya tak terduga
Aku mengembara ke dalam dirimu
Kau bertualang ke dalam diriku

Aku sering memekik menemukan aku
Di banyak tempat terang dalam dirimu
Kau kerap bersorak mendapati kau
Bersinar di goa-goa gelap dalam diriku

Kita berpegangan, berpandangan
Gelak tawa berlinang airmata
Sesekali kita tersesat
Saling memanggil dalam diri

2016

Cikaracak

aku bergulir dan tergelincir di tubuh
akar yang menjulur, ia yang menolak tanah
dan memilih tinggal telanjang dalam dingin angin,
ia yang lari dari takdir pekerja dan bersikeras

Baca juga:  Saronay Dan Bulan Bulat

menjadi petapa. kulitnya keriput
seperti sebuah kitab khianat
yang dipenuhi suara-suara gila
tentang kesabaran dan penyerahan

aku ngalir teriris menjadi butir demi butir
runcing air yang jatuh dari ujung perenungannya
menimpa kening batu yang tertidur
dari sunyi ke sunyi

2015

Stasiun Kecil

Orang-orang memotret diri sendiri di rel
Khidmat dan nikmat. Di bawah senja
Menyerahkan hasrat
Pada kereta yang lewat

2015

Toni Lesmana lahir di Sumedang, Jawa Barat. Menulis puisi dan prosa dalam basa Sunda dan bahasa Indonesia.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Toni Lesmana
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” Sabtu 12 Maret 2016

Baca juga:  Kelopak di Tangan Rancunit