Kau Satu Puisi – Lebih dari Puisi – Hujan di Alenia Keenam

Karya . Dikliping tanggal 24 April 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Kau Satu Puisi 

/I/
kau satu puisi
tentang semesta yang bermukim
di ruang paling sembunyi
: hatiku

/ii/
kau satu puisi
tentang hujan yang jatuh
di tanah gersang
: jiwaku

/iii/
kau satu puisi
tentang daun yang jatuh
melayang di hempas angin
: pikiranku

/iv/
kau satu puisi
karena aku rasa yang mengisi
bahasa yang menghiasi

Jakarta, 6 Januari 2015 

Lebih dari Puisi 

Tak ada yang bisa aku tuliskan menjadi puisi
karena semua kata telah kau curi lewat mata
yang menahan tetesan beningnya
Ini bukan seperti kesedihan ranting lantaran
daun yang luruh
Bukan pula kesedihan anak burung pipit
yang ditinggal induknya lantaran harus ter
bang sendiri
Tapi puisi yang tak bisa aku tuliskan kali ini
saat genangan bening di pelupuk matamu
tumpah
lantaran kerinduanmu pada-Nya
Itu lebih puisi dari semua puisi yang aku
pahami.

Baca juga:  Sejak Langit Merah - Pesan Ibu

2015 

Hujan di Alenia Keenam 

tak ada yang lebih sunyi selain detak malam ini
tepat saat bulan dan bintang merendah
menancap di ujung-ujung ilalang
dan kunang-kunang menari di kepalaku
meningkahi gerak melambat waktu
di secangkir kopi yang tinggal setengah
menyisakan wajahmu terlukis di pelupuk
mataku
menyimpan sendu, segala mengabu

tak ada yang lebih sepi selain bunyi hujan ini
saat rintiknya membentur daun, dahan, dan
ranting
menderas butirannya menyentuh pelupuk
mataku
: ini kerinduan tak akan menemukan
bentuknya
karena jarak tak bisa kita tarik dalam satu
lipatan

Baca juga:  Jembatan Charles dan Cerita Pendek tentang Senja

sungguh, tak ada yang lebih sunyi selain rasa ini
saat kau beranjak meninggalkan semuanya
menyisakan aksara yang tak lagi aku bisa
baca
: ning

2015 


Handoko F Zainsam, Lahir di Madiun dan merupakan penggagas dan pendiri Komunitas Mata Aksara, CK Writing¬≠Jakarta, dan menjadi salah satu pendiri Perhimpunan Sastra Budaya Negara Serumpun (PSBNS) 6 Negara. Karya-karyanya antara lain I’m Still A Woman (Novel, 2005). Kota Sunyi Tahajud Cinta Kunang-Kunang–Tahun (2009, Puisi), Ma’rifat Bunda Sunyi (2010, Puisi). 


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Handoko F Zainzam
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” edisi Minggu, 24 April 2016