Apa yang Kita Lihat – Bukankah Telah – Mengalah Bukanlah Kalah

Karya . Dikliping tanggal 8 Mei 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Apa yang Kita Lihat

Apa yang kita lihat adalah sama
Cakrawala kitalah yang berbeda
Ah, mengapa dipermasalahkan?
Karena seperti yang pernah ‘ku bilang;
Masalahnya ada dalam diri kita sendiri
Bersihkan saja hati dari belati
Bersihkan saja hati dari benci
Sebab dengan benci, keindahan pun jadi duri
Oktober 2014

Bukankah Telah

Bukankah telah berulangkali padi mengajarkan
Pada setiap tahun ketika padi mulai berisi
Ia tertunduk, tak lagi mendongak congkak?
Lalu kapan kita belajar dari padi
Padahal setiap hari kita memakannya
Cuma jadi tahi
Oktober 2014

Mengalah Bukanlah Kalah

Mengalah bukanlah kalah, seperti diam bukanlah bodoh
Mengalah dan diam adalah sebagian dari kebijaksanaan
Bila harus selalu merasa menang. Itu hanya menyusui ego
untuk berkembang. Putik melantik diri menjadi raja kesombongan
Diam itu, membuat telinga banyak mendengar
Selami setiap kata dan nada
Diam itu karena semua tak bisa dikatakan
Seperti batu, ia tak harus bicara
September 2014

Mathilendara, tinggal di Cimahi. Selain menulis puisi, ia juga menulis cerpen, esai/opini, dan novel.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mathilendara
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 8 Mei 2016