Jangan Menyanyi di Telingaku – Perhitungan Rusa – Mencari Rusa – Pemanen Burung Mera – Pulau Kambing

Karya . Dikliping tanggal 26 Juni 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Jangan Menyanyi di Telingaku

Jangan menyanyi di telingaku
apalagi berkisah tentang nabi
Airmataku bakal mengembang sendiri
seperti kidung nuri yang mati bunuh diri
Jangan menari di telingaku
seluruh waktu dan hari-hariku
adalah arak bagiku yang buta
jalan ke surga, jalan di dunia
Dungkek, 2016

Perhitungan Rusa

beruntunglah jika kau
terbebas dari nasib buruk
sebab memang tidak setiap rusa
dicipta mendapat nasib baik
dan sanggup menari
di atas mata-kaki sendiri
Kutub, 2016

Mencari Rusa

Rusa-rusa itu seperti puisi
Jika kau berpikir Ia tak datang
Ia tak akan datang
dan petang hanya gerbang
bagi yang hendak pulang
dengan bimbang
Kutub, 2016

Pemanen Burung Mera

Kau menyebutnya rumput laut yang rambat
sedang kami yang tak pandai soal bahasa
menyebutnya burung mera
yang mengambang di air pasang, mencari terang
agar gelombang tak memasang taring
kami mencatat waktu dari geriap air tenang
ketika bulan benar tak berguling
dari permukaan, dari rasi bintang
yang menantang setiap mata yang memandang
orang-orang kampung yang pandai menghitung
ngerling peristiwa dengan mata menyala
menandai matahari dari angin timur laut
agar tak mati ini bulung, agar tak mati ini jantung
maka berhitung adalah
lumbung riang bagi kami oranng kampung
hujan adalah kutukan 
jika ia datang dari musim yang pincang
maka matilah apa yang kami tenam di rampang
di atas air pasang, di atas air gelombang
yang garing soal keberuntungan
Kutub, 2016

Pulau Kambing

Ini kambing milik orang
jika kau hendak menagih utang
tagihlah saat bulan matang
di kandang tak ada jagung
di laut ikan pun sulit diburu
sedang kau yang berbaju besi
tak mau peduli
ini hati seperti digergaji
Kutub, 2016


Saifa Abidillah: mahasiswa Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin Studi Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Saifa Abidillah
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” 26 Juni 2016