Pohon yang Ingin Mencium Laut – Masa Depan – Memetik Pelangi – Bulan di Ujung Ranting

Karya . Dikliping tanggal 12 Juni 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Pohon yang Ingin Mencium Laut 

Dalam rantai cahaya, tubuhku seolah Selepas
beduk magrib
nelayan menyusun larik-larik sunyi pada
suara azan
yang menetes di tebing-tebing maut
serupa pohon yang ingin mencium laut

Arwah-arwah ikan dalam perut anak-anak
nelayan
menggelepar-gelepar memohon ampun
kepada daun-daun pohon
yang sedang menukar liur dengan laut
agar memagut maut yang mengerat harapan

Selepas beduk magrib
nelayan menyusun larik-larik sunyi
pada anak-anak yang lahir dari rahim laut
serupa pohon yang melindungi penjala ikan

Medang Lestari, malam Paskah, 26 Maret 2015 

Baca juga:  Tamasya Pencegah Bunuh Diri

Masa Depan 

Senja di pelupuk matamu
meminta segelas air ketuban dariku
untuk menyeka risau yang mengarat di dasar
kalbumu
Engkau tak ingin mengenang jumpa
kita di musim silam
Karena engkau hanya ingin
tak kembali ke masa lalu

Sukaragam, 23 Agustus 2013 

Memetik Pelangi 

: Kepada Ratna Hapsari dan Theo 

Pada cahaya matahari di baris-baris awan
Kupandang wajahmu
yang tak pernah lelah memetik pelangi
untuk dia yang selalu menantimu di setiap
petang

Kota yang sombong
tak mampu meluruhkan gairahmu
Kota yang berdebu
dikau gilas dengan tapak-tapak kakimu nan
mungil
hanya untuk membawa pulang
pelangi di genggamanmu
untuk dia yang selalu menantimu di setiap
senja
dia yang pernah bernyanyi di rahimmu yang
sejuk

Baca juga:  Radarparana - Pademawu - Epilog Pengasingan

Sukaragam, 18 Juli 2013 

Bulan di Ujung Ranting 

: kepada Evelyn Yudhiarti 

Engkau tidak berdaun
Cahayamu mendendangkan rindu
akan kelahiran daun-daun hijau
Dari ranting-ranting telanjang
burung-burung menghisap embun dari
kelahiranmu
Di ujung ranting
bulan merindu dedaunan lahir

Tol Cikarang, 19 Juli 2013

Alexander Aur Apelaby, lahir di Wailolong, Omesuri, Kedang, Lembata, NTT. Saat ini bekerja sebagai dosen filsafat di Universitas Pelita Harapan dan dosen ilmu-ilmu humaniora di Universitas Multimedia Nusantara. Aktif juga sebagai kurator untuk laman Rumah Budaya, Bahasa, dan Sastra http://www.floressastra.com.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Alexander Aur Apelaby
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 12 Juni 2016