Di Lokasana – Di Cimahi – Sulur Waluh

Karya . Dikliping tanggal 14 Agustus 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Di Lokasana

Kania ingin memanjat dinding
Itu dinding ke langit, kata Iqbal
Kami memandang biru
Awan seperti tumpahan susu
Angin seperti kucing nakal
Kania ingin menangkap matahari
Itu balon yang akan meletus, kata Iqbal
Kami memandang terang
Lapang seperti keranjang boneka
Taman seperti buku cerita yang terbuka
Kania ingin menunggang cahaya
Itu kuda yang bisa terbang, kata Iqbal
Kami memandang bayangan
Pagi seperti nyanyian
Segala seperti mainan
2016

Di Cimahi

– Hasta Indriyana

Di belakang kata-kata
Ada jalan setapak melingkar
Hampar rimbun segera menampar. Anak-anak
Bermain petak umpet di bawah dedaunan
Sambil mengumpulkan buah yang jatuh
Seperti memungut cerita yang matang
Yang akan kekal sebagai kenangan
Di belakang kata-kata
Anak-anak memanggil angin gunung dengan siul
Layang-layang diterbangkan. Di langit yang jauh
Awan menyibak dan matahari mengirim bayangan
Ke tanah. Seekor anjing setia berjaga di sudut kebun
Seekor ular membelit sulur-sulur waluh
Asyik mengintip nadi seorang penyair
Yang tersesat keabadian masa kecil
2016

Sulur Waluh

Akar memang terperangkap tanah
Namun tubuhku bebas meluncur
Mencumbu tiang bambu, mendaki
Keinginan yang didirikan petani
Merayap di bilah-bilah perjalanan
Tak puas ke batas barat, kujelajahi
Hampar utara dan bentang selatan
Hasrat akar setia mengirim birahi
Sekujur tubuh hijauku menjulur
Di ketinggian. Seperti perahu rindu
Yang memanjang dan berlayar di udara
Menjelma atap rimbun untuk petani
Sesekali petak umpet dengan matahari
Hasrat akar sering meledak menjelma bunga
Serangga kasmaran di tanganku, pusarku,
Dadaku, bahkan kepalaku. Pentil berlahiran
Serupa bakal kata yang tumbuh ranum
Matang sepanjang musim yang dinanti
Petani. Aku terus merayap meraih tepi
Mencari jalan ke langit namun ujung jari
Jatuh menunjuk tanah, tanah kelahiran
2016
Toni Lesmana lahir di Sumedang, dan kini menetap di Ciamis, Jawa Barat. Ia menulis puisi dan prosa. Buku kumpulan puisinya adalah Karinding Pananjung (2015).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Toni Lesmana
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Kompas” edisi 13 Agustus 2016