Sajak Anak Lelaki – Yogyakarta 1948 – Bertanya pada Waktu

Karya . Dikliping tanggal 28 Agustus 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Sajak Anak Lelaki

seorang anak kecil berkata pada ibunya
“Seritakan keindahan rembulan
padaku, aku menyukai malam
tapi aku juga suka bintang
pelangi dan matahari
juga bunga rampaai
mawar, pansy, sakura, dan melati
kereta dan tujuh kuda putih, kupu-kupu
dan langit yang biru itu
aku suka ibu.”
“Dasar lelaki segalanya suka
segalanya cinta”
jawab ibunya

Yogyakarta 1948

beriring-iring truk membawa
serdadu
“Sekali merdeka tetap merdeka”
berkumandang di senjakala
seorang gadis depalan belas tahun
berdandan dalam kamar
hari menjelang malam
yang datang hanya kabar
“Adinda,
sekiranya dikau mesti bersabar”
katanya

Baca juga:  Menyeberang Jembatan - Melihat Peta - Menonton Film - Mendengar Radiohead

Bertanya pada Waktu

berapa tahun lagi
ciumanku sampai padanya?
tanyaku pada waktu.
sabarlah masih banyak rindu manusia
yang dititipkan padaku
kalian tak mengerti betapa lelahnya aku
yang berjalan terus tanpa henti
dan betapa banyak anak muda
yang ingin aku memutar kembali
langkahku
kata waktu yang tergesa-gesa itu





Arian Pangestu, mahasiswa di salah satu universitas swasta tangerang, Banten

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Arian Pangestu

[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 28 Agustus 2016

Baca juga:  Di Seberang Jendela - Tunduk Pada Kata-kata - Seperti Kutemukan Kembali - Mempelai Cahaya - Penantian - Pagi - Tomohon