Last Train To – On Track – Stasiun – Ekspres Malam – Takaruf – Madiun-Ponorogo – Time Roll – One Way’s Ticket – Slowmotion

Karya . Dikliping tanggal 18 September 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Jawa Pos

Last Train To

ada yang turun,
ada yang naik… sehingga
tergoda angan
kursi di sebelah
terus kosong. supaya
bebas berselonjor
seperti ibu,
yang diusung ke lahat
dan ditinggalkan
2016

On Track

gelap dan terang
menjadi tanda. Waktu
bagai kereta
datang di saat
sama, pada rel yang tetap
dengan penumpang
berbeda. Pelan
mengangkut-menurunkan
setiap orang
di tempat asing.
terpisah-pisah lantas
menghilang lenyap
2016

Stasiun

udara, pengap,
latar ditimbun. pagi
tak terbit lagi
2016

Ekspres Malam

: malam perlahan
Turun. kereta serta
kantuk sepakat
berselonjor di
dalam sejuk. terlelap
tersihir waktu
sehingga pagi
terjaga, tanpa azan
dan kokok ayam
2016

Takaruf

yang lebih cepat
dari kereta itu:
jet – lantas bouraq
firman-Mu sampai
lewat azan, bersuntuk
di masjid. zikir.
2016

Madiun-Ponorogo

jalur kereta
bagai ruh dengan tubuh
— pasangan kekal
meskipun tidak
pernah satu. selalu
berjarak. beda
jejak mengada
— rel kereta memanjang
dalam ingatan
2016-09-18

Time Roll

roda kereta
digelundungkan. loko
bermain torak
gerakan lurus
jadi laju putaran
menggulung waktu
2016

One Way’s Ticket

tiket kereta
segera diperiksa
— dan ditandai
: aman di peron
ketika meluncur,
di gerbong: tiket
dicek lagi,
dan lngsung dilubangi
tapi dibalikkan
bukti kenangan,
anda sesal. terbiar
hingga sampai
2016

Slowmotion

kereta tidak
tahu rasa disalip
atau menyalip
meski sering
berpapasan. melulu
sabar – merayap
2016

Beni Setia, pengarang, tinggal di Caruban, Madiun.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Beni Setia
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Jawa Pos” Minggu 18 September 2016