Percakapan – Kota Kecil – Rantau Hujan

Karya . Dikliping tanggal 11 September 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Percakapan 

di kafe pantai
malam pekat dan hangat
irama jazz kubawa tidur
sambil menjinjing ujung gaunmu

ini masa tamasyaku
setelah berkubang di tengah hutan
tanah berminyak, lengang dan buram
aku bukan anak buah kapal, seperti kau duga
berlabuh menelan pil kuat

usiaku yang beruban
kepala berapa, serumu
nanti kau tahu bila lampu menyala
bantal dan guling jatuh
oleh erangmu

percakapan kita makin seru
kutinggalkan hutan
yang memeram birahi


2016 


Kota Kecil 

kota kecil itu
seingatku
seikat ikan
seikat sayur sebotol minyak
setandan pisang sebungkus cabe
semurah senyumnya

Baca juga:  Senja yang Berguguran

malam, orang-orang lalu menonton randai
secangkir kopi sepotong martabak
semurah ingatan

kota kecil itu
ditunggui laut, pantai landai
sekitarnya bukit rimbun
jalan tanah dan rumah sewa
aku menjelma juragan

aku pinang bukitnya
aku kawinkan silsilahnya
seharga maunya
di situ
mungkin aku koboi mudah tersenyum
melumpuhkan lakon
bandit dan sarang penyamun
dengan harga murah

2016 


Rantau Hujan 

di langit rantau
hujan belum turun
ruang tamu itu riuh
sepertinya ia mengejek rok miniku

Baca juga:  Ihram - Tahalul - Jabal Uhud - Bier Ali - Ke Mana Kita Kembali?

barangkali hujan di jalan, sebuah harapan
menuju pulang
entah di tangga jembatan
entah di halte
payung terkembang

orang-orang melihat hujan di rantau
dengan mata, mulut
hanya ruang makan
telinga cukup mendengar gosip saja

kota itu dihuni ragam suku dan wajah asing
kampungku dihuni kabut asap

hujan rantau
seperti air gunung jatuh ke kolam
aku mencintainya
sebelum kotak jodoh itu mengabarkan
pasanganku


2016 

Asril Koto lahir dan bermukim di Padang,
Sumatra Barat. Buku puisinya Sedekah Air
Mata (2007). Puisinya juga terhimpun dalam
Antologi sang Peneroka (2014), Memo untuk
Presiden (2014), Puisi Menolak Korupsi (2013),
Jejak Sajak di Mahakam (2013), Puisi Klungkung
(2016), dan Pasie Karam (2016).



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Asril Koto
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” edisi Minggu, 11 September  2016