Perempuan Peracik Kehidupan – Surat untuk Tetangga

Karya . Dikliping tanggal 18 September 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Perempuan Peracik Kehidupan

Pagi ini, setelah melipat kantuk
Di sebuah ruangan kau asik sendiri
Meracik mimpi,
menanak harapan, dan mengukus masa depan
Dalam makanan yang kau suguhkan
seringkali kudapati asam kesedihan,
pahit kenangan, dan manis kebahagiaan
Pernah sesekali kulihat kau menangis
entah karena harus mengiris bawang merah
atau mengiris hatimu dengan luka
Tanganmu yang lembut pernah melepuh
oleh panasnya air mendidih dan
telingamu yang mungil mengecil
oleh panasnya perkataan orang
Tapi sebagai perempuan peracik bumbu kehidupan
kau pantang menyerah
segera bangkit dengan suguhan
yang lebih nikmat dari kemarin
karena di ruangan itu kau adalah ratu
yang menentukan asam, manis,
serta pahit hidup ini
Cianjur, Maret 2016

Surat untuk Tetangga 2

Hari sabtu saat kita meramu temu
renda-renda matamu berbinar dan senyumku melebar
untuk pertama kalinya aku menyukai hujan
yang menahan segala perpisahan
Menjelang senja dan hanya kita berdua
merenangi percakapan di bawah atap merah berteduh dari
rerintik yang membuat basah
duduk di bangku merah dengan retina yang saling melempar tatap
kemejamu merah,  bibirku yang merah juga langitNya memerah 
segala yang merah ada pada waktu itu
menjadi kenangan indah dan membikin patah
Aku dan kau hampir menjadi kita
Pertemuan dan percakapan hampir menjadi ungkapan cinta
Jika kita bersua dan bertatap muka
aku mau kau bersandiwara
pura-pura tak mengenalku
tidak usah menyapa
luka tak seramah itu
Cianjur, Maret 2016


Zetira Regi. Zetira Regi Tilafa lahir di Tasikmalaya, 1 Januari 1997. Aktif di Komunitas WARAS (WARung Apresiasi Sastra).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Zetira Regi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 18 September 2016