Bung Dan Bing – Di Atas Jalan – Baca Membaca

Karya . Dikliping tanggal 30 Oktober 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Bung Dan Bing

Bung pernah mengajak Bing
Agar Bing menari Lenso
Bing menari
Supaya Bung tertawa

Bung pernah mengajak Bing
Agar Bing menyanyi
Bing menyanyi
Supaya Bung “Bersuka Cita”

Bung pernah mengajak Bing
Agar Bing meninggalkan musik bising
Bing Menurut
Supaya Bung jumawa

Bung pernah mengajak Bing
Untuk menjadi seniman besar
Dan
Bing pernah mengajak Bung
Untuk menjadi pemimpin besar

Bing dan Bung
Menyanyi dan menari bersama
Di negara besar

2016

Di Atas Jalan

Malam semakin larut
Orang-orang masih berpegangan tangan menatap
hampa
Dan merahnya kota menanti merahnya kota
Saat merah keberanian masuk kedalam merahnya
hati

Baca juga:  Segelas Kopi dan Cokelat Panas - Kehilangan - Sajak Tengah Malam

Saat kita tertawa melihat pemimpin bertingkah
Pemimpin menertawakan mereka
yang bermain-main dengan keberanian

Sejarah akan keluar
Dari balik jeruji
dan dari balik hati

Ketika kedamaian dan cinta menjadi idaman
Dan keberanian berubah menjadi tekad

Semua satu
Semua haru
Semua rindu
Semua bisu
Dan biarlah,
Tanpanya manusia tak akan menulis sejarah

2009

Baca Membaca

Pemerintah perintahkan perintah
Tentang kami yang harus baca
Delapan puluh persen lebih kami bisa baca
Dan kami pun tanpa arah
Dokter baca sumpah
Professor baca buku
Politisi baca janji
Hakim baca undang-undang
Perokok baca peringatan
Perampok baca kitab suci
Kami baca buku
Tentang Hatta yang membaca
Kami jadi tahu
Negeri ini lahir karena membaca

Baca juga:  Cinta Dari Heracleion - Elegi Pilu - Pada Sebuah Kota

Kami baca buku
Tentang Muhammad yang membaca
Kami jadi tahu
Moral terbentuk karena membaca
Kami baca buku
Tentang Aristoteles yang membaca
Kami jadi tahu
Ilmu pengetahuan lahir karena membaca

Kami baca artikel
Tentang artis yang salah baca Pancasila
Kami pun tertawa
KERAS

Hingga kami diam,
karena kami jadi tahu
bahwa kami hanya belajar baca
tapi tak bisa membaca

2016

Geradi Yudhistira, lahir di Jakarta pada 1987. Llusan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Indone- sia dan Waseda University Tokyo. Saat ini tinggal di Yogyakarta dan mengajar sebagai dosen di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia. Menyiapkan buku puisi pertamanya yang berjudul Catatan Sebuah Perjalanan.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Geradi Yudhistira
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 30 Oktober 2016