?

Karya . Dikliping tanggal 27 November 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Seperti ada yang mau datang.
Atau jangan-jangan, sudah di perjalanan.
Apa singgah sebentar di taman.

siapa?

Apakah tamu Agung.
Tapi katanya seperti kita.
mungkin hanya satu tingkat di atas kita.

Tapi, siapa?

Oh, aku baru ingat.
Seorang Pemuda telah mengabarkan, dulu.
kala campur aduk, penat.
Jelas terbayang tak ambigu,

lalu, siapa?

Laki-laki biasa. Tak ada bedanya
Satu kekurangan. Banyak kelebihan.
Namun Tipuan. Tipuan.
Menyihir seketika yang tak percaya.

Baca juga:  Rumah Dekat Stasiun - Kehilangan Uang - Pertemuan Kita adalah Doa

Sekejap berpikirku.
Kurasa dia sedang duduk di ruang tamu.
Berbalut pandangan kelabu. Seraya,
memvisualisasi kehidupan normal, tapi semu.

Ternyata bukan dia,
Mungkin cahyanya yang duluan tiba.
Dipapah oleh bonekanya.
Yang berbalut klise tujuannya.

Tapi aku yakin.
pemuda peniup pesan.

Tak sampai seribu lima ratusan.



Adhitya Kriesna. Mahasiswa yang tinggal di Bandung, aktif di komunitas sastra.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Adhitya Kriesna
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 27 November 2016