Kerapu – Angin dan Kayu – Anjing-anjing Jinak – Aroma Jawa – Gelang-Gelang

Karya . Dikliping tanggal 20 November 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Kerapu

Raja bagi kerapu di Balik Papan adalah berkuasa
atas nasi
Tak ada istimewa-istimewa para penikmat kerapu
Semua sudah tersaji, tapi terdiam
Semua jadi hak sendiri, termasuk kerapu
Tak ada mewah-mewah
Pastinya nikmat dan rasa
Memenggal karut-marut si Raja
Balik Papan, 21 Agustus 2016

Angin dan Kayu

Tak satupun berbeturan untuk hindari kematian
Mahakam dengan kayu-kayunya
Kapal dengan angin-anginnya
Putaran mesinnya tak mati-mati
Hanya sesekali merendah diri pada gelombang
Atau menjauh dari batu-batu dangkal
Nasib tak hujan semalam
Cepatnya menantang arus
Angin dan kayu jadi antagonis
Menggiring pada batu-batu dangkal
Nasib hulu kurang air
Data Bilang, Mahakam Ulu, 22 Agustus 2016

Anjing-anjing Jinak

Anjing-anjing jinak itu
Mengelabuhi para tamu
Tak ada yang coba tertawakanmu
Walaupun kelucuan terbalut pada malam yang
penuh lolongan
Jinak-jinak anjing
Mengendus-endus
Memaksa tamu menyingkir
Karena hindari air
Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, 22 Agustus 2016

Aroma Jawa

Aroma Jawa samar-samar mulai terendus
Melekat pada muda-mudi penuh rasa cinta,
secinta-cintanya
Menata tas, menata hati, menata kata-kata
Aroma Jawa samar-samar semerbak mewangi
Pejuang pendidikan yang ada di tepi-tepi
Ingin sejenak pulang
Menapakkan sajak pengabdian
Aroma Jawa samar-samar melekat
Asumsi, ingatan, perasan, naluri hadir kembali
Bereuni dengan kenyamanan
Di tanah sendiri
Melak, Kutai Barat, 23 Agustus 2016

Gelang-Gelang

Gelang-gelang itu tak putus-putus
Mengingatkan pada sahabat-sahabat
Jalinan ini bukan sepenggal makna
Ini persoalan darah yang satu
Namun berbeda nasib dan tanah lahir
Ini adalah ikatan
Bukan basa-basi tanpa kesapakatan
Semarang, 24 Agustus 2016
Asep PYU atau Asep Purwo Yudi Utomo adalah Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang. Ia juga pendamping di Laboratorium Teater Usmar Ismail Unnes. (92)
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Asep PYU
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 20 November 2016