Nestapa yang Mati Muda

Karya . Dikliping tanggal 13 November 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra
Mentari mulai menunjukkan hangatnya
Saat kecelakaan terjadi di kota
Yang merenggut nyawa
Meninggalkan nestapa karena mati muda
Mimpi-mimpi telah sirna
Rapuh dan patah lalu tiada
Dalam sisa nafas terngiang jua
Aku telah mati muda
Ugal-ugalan di jalan raya
Bolos sekolah sering kejadiannya
Membentak orang tua hal biasa
Adab dan kesopanan tidak ada
Mana amal yang hendak kubawa?
Apa yang kujawab saat malaikat bertanya?
Kuberpikir akan beribadah saat usia senja
Namun aku telah mati muda
Andai Tuhan berikanku kesempatan kedua
Untuk hidup di dunia
Akan kujalani sebaik-baiknya
Adab dan ibadah kujunjung pula
Ajal memang datang tak terduga
Tidak peduli tua maupun muda
Jangan menunda tuk bertobat kepada-Nya
Gunakan masa sebaik-baiknya.
Sabang,28 Oktober 2016
Muksalmina,lahir di Sabang,16 November 1997.Penggiat sastra.Alumni MAN Sabang (2015). Saat ini menjadi santri di dayah Ulee Titi,Aceh.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Dikirim via mail