Elegi Tentang Persimpangan Perempuan – Sebuah Fotokromik – Kepada Sesuatu

Karya . Dikliping tanggal 4 Desember 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Elegi Tentang
Persimpangan Perempuan 

kudapati beragam perempuan mengangguk
menyeka diri di antara kerumunan
kubisikkan kalimat-kalimat yang merayah
dari persetubuhan sampai risalah asmara

hanya dari mereka yang suka menari
di jalan-jalan maupun di kamar yang mati
melagukan kehendak buku-buku
di mana kepandiran menjadi urat-urat yang
mengepal

mereka datang mengucup erat
menyamai patri
pada mimpi
mereka tetap hidup pada kenangan
pada secuwil kata yang dipaksa menyasar
taklimat yang mengucur bahasa
2016

Baca juga:  Pengakuan Raje Kecik - Menyimak - Saling Membaca

Sebuah Fotokromik 

seperti mereka yang memakan daging
aku meragu menyanyi kusam

membaris di setiap tempat
hingga nyaris benam

seperti pikir mereka yang tabu
aku menyita sekuntum arang

arak-arakan sebagai ritual
beserta katup-katupnya

seperti daya mereka yang seteru
aku memejamkan mata

meski kantuk di tempat sesak
dan yang tertemui tabiat

seperti permainan dalam lorong
mereka-aku dibias waktu

2016 

Kepada Sesuatu 

ada yang menyimak anjungan kelam
waktu kemelut tiba dekat buritan
ada yang menyekam mulut-mulut kenyang
berteman ringkih dengan dihardik
ada yang menyangkal janji
menyala bakti kepada sesuatu
kata-kata yang dihibah penyair dari lorong
lorong
berseliweran makna ditarik pekat
tentang kuasa yang tak pernah mati
yang sendiri dari nadir sesuatu
yang berkemih dari berlalu

2016 
Singgih Dwi Husanda, lahir dan tinggal
di Sidoarjo, 2 September 1994.
Mahasiswa semester 7, jurusan sosiologi,
FISIP, Universitas Wijaya Kusuma
Surabaya. Tahun 2015 menerbitkan
buku puisi pertama, Dalam Buai .


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Singgih Dwi Husanda
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 4 Desember 2016