Melintasi Selatan Batu Sangkar – Antara Cempaka dan Jaksen – Pitanggang Penurut Hati

Karya . Dikliping tanggal 3 Desember 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Melintasi Selatan Batu Sangkar

Waktu tersungkur di jalan melingkar
Kau bertanya: ke mana kini badan dibawa
Ada menhir terpahat
Aksara segala umat
Kubur batu, bunga-bunga
Hari terus lepas dari tampuknya
Abad-abad terus lewat
Jam berat
Tinggal cerita
Puing lapak madat
Tersungkur di pendakian
: Waktu, rempah, pelayaran
Tuak dari zaman yang gemar menaklukkan
Tapi bergema pula: sejak bila kita di sini
Hanya diam, tiada upaya
Mengupacarai mayat ini
: Kota, kata, dan sebentang jalan kembali
2016

Antara Cempaka dan Jaksen

Maut melintas pada rel
Rute hantu, dua ransel
Antara Jaksen berjubel
Sebuah kereta melaju
Dalam kecepatan rindu
Tak ada jerit peluit
Di Cempaka, waktu terjepit
Padahal langit sakit
Tapi betah menunggu
Yang bukan sesuatu
Ketika palu hujan menggodam bumi
Lembab lagi rabuk rindu di hati
: Siluetmu belum terkelupas di tembok itu
2016

Pitanggang Penurut Hati

Sekampil limau purut
Banjarkan di atas meja
Jika tak mau ia menurut
Masa silam penjemputnya
Jangan percaya dalamnya laut
Bila tak dapat tenggelamkan jiwa
Jika tak hendak jua ia menurut
Karamkan hasrat di batas samudera
“Tapi dengan layar robek begini, sutan,
kukejar ia walau sampai ke ranjang sultan!”
2016


Boy Riza Utama lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 4 Mei 1993. Giat di Komunitas paragraf, Pekanbaru.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Boy Riza Utama
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” edisi 3-4 Desember 2016