Toraja – Kapal Kertas – Salampar

Karya . Dikliping tanggal 5 Februari 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Toraja

Di tepi pantai, aku dengarkan ombak menabuh batu
Riak arusnya menggeliat dalam sukmaku
Mata bulan yang bening bercermin air asin
Hingga begitu riang ikan-ikan berenang mencucup amin
Sedang jejakku menyisir pasir sepanjang malam
Menempuh kehidupan yang terjal  dan curam
Di tubuh laut, angin membisikkan kebimbangan
Daun-daun berlepasan ke dalam renungan
Sedang ombak terus memukul batu
Hingga retak sebongkah wujudku
Mutiara-mutiara tubuhku hancur berpasir-pasir
Karang dan perahu seakan bergetar berada di bibir
Di lumbung toraja, spearuh bulan terhidang
Mata cahaya ditelan gelombang
Malam rebah ke punggung waktu
Melelapkan irama bait-bait sajakku
Toraja, 2016

Kapal Kertas

Telah sekian kali aku terbang ke tanah
Dan jatuh ke langit yang rendah
Engkau yang dekat berkelebat
Aku yang jauh menimbang hakikat
Apa yang berarti dari kapal kertas ini
Kalau sekali ditiup angin lupa jalan kembali
Sebab aku hanya kertas terang dan putih
Tempat menulis hidup senang dan sedih
Lihat, di sini aku sampah berceceran
Di sana Engkau cahaya berdenyaran
Tempat aku meraih kegembiraan
Setelah dilepas sebagai mainan
Jadung, 2016

Salampar

Mari tafsir aku. Aku akan menafsirmu jauh sebelum mereka jatuh
Sepasang kepalaku, kini penuh cengkraman ketakutan telapak tanganmu
Kurasakan getar jemarimu, saat kau ayun tubuh dari pangkal hingga ujung
Sebab lubang undakan di batang fasih mengeja jantung
Ketika kau sampai di puncak ketenangan
Saungkan aku di pelepah yang hijau
Ucapkanlah assalamu alaikum, pada mayang yang hendak kau timang
Jadung, 2016
Subaidi Pratama lahir di Sumenep, Pulau Madura, 11 Juni 1992. Puisinya termuat di sejumlah antologi bersama, antara lain Nun (2015), dan Ketam Ladam Buah Ingatan (2016). Ia bergiat di Komunitas Sastra Malam Reboan, di Malang, Jawa Timur. .

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Subaidi Pratama
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi Sabtu 4 Februari 2017