Lelaki Air Mata – Mantra Pejabat – Hujan dari Matamu

Karya . Dikliping tanggal 12 Maret 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Lelaki Air Mata 

sesungguhnya aku ingin menjadi air mata
menuai bersama cerita, sementara langit
masih menanak
hujan untuk mandi
buru-buru sekali malam berjungkit
sebelum bukit menjadi sakit
adakah nanti sekisar waktu
aku menjadi air mata
di ujung jalan
malam perlahan
menghitung musim
aku telah menjadi air mata
berlari mengejar cerita
demikianlah
aku menjadi air mata
Medan, 2017

Hujan dari Matamu

sepotong hujan tumpah sebagai pertanda
tenggelam dalam matamu
berkeliaran di pipi
bibirmu meredup
musim retak. bayang- bayang
sekadar jejak
mendiam sebelum beku
hujan dari matamu
semakin bercucur
hari-hari karam
di sebuah makam
hujan dari matamu
membanjiri kenangan
yang tak pulang
Medan, 2017

Mantra Pejabat

aku kerabat
sangat dekat
dengan rakyat
lidah rakyat
mata rakyat
bibir rakyat
wajah rakyat
hidung rakyat
telinga rakyat
aku kerabat
sangat dekat
dengan rakyat
kaki rakyat
tangan rakyat
dada rakyat
hati rakyat
aku kerabat
sangat dekat
dengan rakyat
hidup untuk rakyat
sakit untuk rakyat
mati untuk rakyat
aku kerabat
uang rakyat
untuk obat
Medan, 2017

Ubai Dillah Al Anshori, lahir di Pematang Siantar 13 Juni 1995. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU. Beberapa puisinya juga termaktub dalam antologi Pada Mula Hidup yang Lama (2016), 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017). Bergiat di Forum Komunitas Diskusi Sastra FOKUS UMSU.

Baca juga:  Plesetan Pantun Minggu ke-3 September 2015

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ubai Dillah
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia ” edisi Minggu 12 Maret 2017