Selat – Televisi – Dada Lelaki – Tafsir Puisi – Pasien

Karya . Dikliping tanggal 5 Maret 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Selat

engkau berdiam
memutar malam
nyeri usia
sakit yang alpa

dan selalu ada selat
bagi cakap
telanjur jadi karat
pengap

semestinya masih ada peluk
ciuman bagi luka
sebelum cawan perih
terbagi di meja

aku di kapalmu
menanak tubuh
sebelum layu

tangerang, 2016

Televisi

akhirnya kau memilih menelusup dan masuk ke dalam
televisi. demam pada asmara telenovela. singgah dari
satu saluran ke lainnya. menyimak perubahan musim di
pelbagai dunia. meminum racun, senggama, atau anyir
darah dari berita. kau tertawa. layaknya pantomim,
menirukan gerak laku orang. bercakap apa saja.

Baca juga:  Luka yang Abadi - Ranting Pohon Kehidupan - Sunyi yang Perih - Rintik Gerimis yang Merdu - Gugur Mawar di Atas Dada Sunyi - Berbagi Laut Kepadamu, Weisku

dan engkau turut menyimak model kekinian. agar tak
dianggap kuno. wajahmu semakin cantik. terus
berbicara. mengejar jam tayang. dari kampung ke kota.

/2016

Dada Lelaki

telah aku rajah dadamu
bertahun mendengar detak jantung
meraba murung
sebelum kau habiskan sisa kopi
yang terbuat dari tangisku

aku bermukim di sana
menjadi telinga
rebah di setiap langkah
degup kehilangan kabut

di senyummu
hari berkerumun
membangunkanku

/2016

Tafsir Puisi

engkau akan kalah
jika ia kekal
tak akan mampu dipenggal
bahkan kata per kata

Baca juga:  Kepada Maut - Di Depan Sebuah Kuburan - Aku, Serdadu Menunggu Giliran

/2016

Pasien

mereka bertanya tentang luka
di beranda rumah sakit
keluh berdengung
sakit merapat
menanam hari yang pucat

hanya jadwal periksa
menanti
bersama sejumlah nomor antri
seperti juga sepi
sakit tak pernah bisa dianestasi

/2016


Asrina Novianti, alumnus Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Lampung, dan melanjutkan di Magister Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia. Puisi perempuan kelahiran Lahat, 11 November 1980, ini yang berjudul “Tenung Asmara Telukbetung” jadi unggulan Krakatau Award 2006 yang ditaja Dewan Kesenian Lampung. Kini, dia berdomisili di Tangerang, Banten.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Asrina Novianti
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 5 Maret 2017