Himne Bagi Hutan – Serigala Berbulu Kawan

Karya . Dikliping tanggal 9 April 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Himne Bagi Hutan

Taring gergaji mennjerit bising
pohon-pohon berserak telentang
menyerah dilempar ke dalam kapal.
Burung menjulang ke sarang awan
bangkai harimau kehilangan jubah.
Tubuh hutan perlahan meriang
banjir bandang bagai kepalan tangan.

Serigala Berbulu Kawan

Aku ternak di hutan batu zaman
digembalai impian megapolitan
Aku ingin bebas menangis
meneriakkan namamu di tiap gang.
Orang-orang mengepalkan suara
dengan berkilau mata pemangsa.
Jalan telah dikepung kebencian
aku lari bagai hewan buruan.
Aku hanya punya air mata
menjadi gemuruh hujan
mengaburkan serigala berbulu kawan.
Bigmen Pangestu, lahir 1 Oktober 1995, Gunugkidu, Ypgyakarta. Menulis cerpen dan puisi. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Bigmen Pangestu
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 9 April 2017