Ziarah Senja

Karya . Dikliping tanggal 18 Juni 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

masih kudengar salawat bunga-bunga
yang tertabur pada gundukan makan ibu
salawat mawar, salawat melati, salawat kenanga
salawat kantil dan kemangi. Semboja di rantingnya
pun menyahut dengan guguran kelopak bunga
: semoga Ibu pulas tertidur
  dalam safaat Baginda Rasul
  sampai hari kebangkitan
  membangunkan Ibu
  untuk menemui Kekasih
  yang paling engkau Rindu

burung-burung di pohon akasia
turut berdoa bagi penghapusan dosa
dan rumputan di seputaran pusara
mengaminkan pelipatan pahala
: tunggakan tiga kartu kredit Bunda
  telah terhapus oleh jaminan bank negara
  sedang hutang Bunda pada tetangga
  telah diikhlaskan oleh kebaikan hatinya

Baca juga:  Sebuah Tanya - Pananjakan Bromo - Ini Wajah Kota Kita Sekarang

masih kudengar salawat bunga-bunga
bersahutan di atas gundukan pusara
suara talkin pelayat yang tersisa
mengantarkan jiwa Bunda
untuk tidur sementara

Kaliwungu, 2017

Puisi-puisi di atas dikutip dari buku Ziarah Sunyi yang diluncurkan dalam acara tadarus puisi religi di Gedung Tempo, 13 Juni 2017. Buku tersebut menghimpun puisi religi karya 30 penyair. 


Ahmadun Yosi Herfanda, lahir di Kaliwungu, 17 Januari 1958. Ia telah menerbitkan sejumlah kumpulan puisi, terbaru adalah Dari Negeri Daun Gugur dan Ketika Rumputan Bertemu Tuhan (2016). 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ahmadun Yosi Herfanda
[2]Pernah tersiar di surat kabar “Tempo” Sabtu – Minggu 17 – 18 Juni 2017