Malam Sabit – Menjadi Bayi

Karya . Dikliping tanggal 17 September 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Malam Sabit 

Meski hari-hari
Tak cukup untukku berdoa
Namun lewat puisi
Akan kuselipkan munajat pada-Mu
O, Tuhanku
Agar aku tak kehilangan
Waktu untuk terus
Sadar kepada-Mu

Berbicara pada-Mu
Aku karam
Di malam menyabit
Menjerit
Jiwa kerdil tak kuasa
Mengucap salam
Meski hanya awalan

Lewat wudlu
Dan sembahyang
Kusajadahkan kening
Pada-Mu
Di malam kudus
Syiíiran airmata
Membawa lelahku
Yang khusyuí


Pasir Luhur, 2017

Menjadi Bayi 

Seluruh sudut kota basah
Lilin nyala
Dalam toples kaca
Dan pigura yang
Usang, kau sematkan
Dendelion pada trotoar

Baca juga:  Sosok Semalam dalam Salju

Airmata luntur
Bersama pesan yang beterbangan
Sepanjang jalan
Adalah arakan kemenangan
Kepada tanah
Putrimu kembali
Menjadi bayi yang suci


Pasir Luhur, 2017
*) Faiz Adittian Ahyar, lahir di Banyumas, 21 Oktober 1994. Tempat tinggal di Pasir Kidul RT 02 RW 05 Purwokerto Barat 53135. Puisinya terantologikan dalam buku Kampus Hijau (Stain Press), Kampus Hijau 2 (Stain Pres), Kampus Hijau 3 (SKSP), Pilar Pusi II (Stain Pres, 2015).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Faiz Adittian Ahyar
[2]Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 17 September 2017