Perjalanan Pulang – Garba Cahaya

Karya . Dikliping tanggal 1 Oktober 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Perjalanan  Pulang

pengembara lelah
tak pernah singgah
pada rumah
masa lalu

Semua kisah telah dicatat dalam sejarahnya
Bagai mumi purba

Dan saat pena tanpa tinta
Telah menorehkan sayatan luka
Penanda prasasti perjalanan baru saja dimulai

Dan Prahara merengkuhnya dalam diam
Waktu terlalu pagi menyapa
Hingga melempar cahaya
merajuk senja!


Yogyakarta, Mei 2017


Garba Cahaya

Ketika selimut malam
Memberiku kegelapan ini
Aku menemukan diriku
Terkulai

Kegelapan ini sungguh memberiku harapan
Tentang jalan pulang yang lama kuimpikan
Dalam derai hujan
Dalam buai angin
Terdiam

Baca juga:  Menanak Nafsu - Bulan di Atas Ramadhan - Seribu Bulan - Roudhah - Tanah Haram - Thawaf

Segalanya kembali pada ingatan
Samar-samar merasuk dalam setiap kesaksian
Betapa sangsi tak lagi menitihku
Pada hamparan pilu

Kubiarkan ia merengkuhku
Dalam sendau berlagu
Mencengkeram urat nadiku
Sampai batas takdirku


Yogyakarta, Juni 2017

*) Hazwan Iskandar Jaya, lahir di Palembang 27 Agustus 1969. Beberapa karya masuk antologi bersama Momentum, Alif Lam Mim, Aku Ini, Begini-begini dan Begitu (Esai FKY 1997), Tamansari (FKY 1998), Embun Tajjali (FKY 2000), Lirik Lereng Merapi (FKY Sleman, 2000), Rumpun Bambu (Teater Sila Bantul, 1999).Tinggal di Desa Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. ❑-e

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hazwan Iskandar Jaya
[2]Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 1 Oktober 2017