Hujan Paling Dirindukan – Syafaat Hujan dan Altar Peringatan – Sari Murni Bulan Suci

Karya . Dikliping tanggal 3 Juni 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Hujan Paling Dirindukan

Dengarkan, apa yang terekam pada hujan tengah

malam

dzikir lirih dibisikkan kepada seluruh insan

mengajari ikhlas agar tiada yang mendustai amanat

Tuhan

Simaklah, apa yang disiratkan oleh hujan bulan

Ramadhan

ayat suci ditilawahkan pelan kepada yang beriman

mengajari kasih agar tiada yang membenci perintah

Tuhan

Hujan paling dirindukan insan beriman

adalah hujan bulan Ramadhan

sebanyak permohonan yang disematkan pada ruh

dedaunan.

Syafaat Hujan dan Altar Peringatan

Akulah hujan. Utusan Tuhan. Mengirim pesan damai.

Kabar gembira bagi bumi usai mati. Menandai musim

tanam. Pada biji dan tunas kutumbuhkan. Pada yang

tandus kusuburkan.

Maka berdoalah: “Allaahumma shoyyiban naafi ’an.”

Akulah hujan. Hadirku tak selalu dirindukan. Bila

kemarau aku dicari, bila musimku sendiri aku

dikhianati. Tapi, pada anak-anak keceriaan kuberikan.

Bermain-main denganku tanpa kecemasan.

Maka berdoalah: “Allaahumma shoyyiban naafi ’an.”

Akulah hujan. Pada siapa yang merusak alam, baginya

senjata makan tuan. Bencana akan kukirimkan. Dari

Baca juga:  Jangan Menyanyi di Telingaku - Perhitungan Rusa - Mencari Rusa - Pemanen Burung Mera - Pulau Kambing

hulu ke hilir kugiring banjir. Longsor menyusulmu

dalam lelap kemalaman.

Maka berdoalah: “Allaahumma shoyyiban naafi ’an.”

Sari Murni Bulan Suci

Aku hanyalah serakan debu lusuh

atau kepingan daun yang diembus angin, jatuh

tuntunlah aku menuju ruang bercahaya paling sufi

yang dihimpun pada pertiga malam bulan suci

maka kudapati meditasi bidadari

dan tujuh belas rakaat shalat Nabi

lalu ajari aku tentang satu huruf saja, alif misalnya

cukup menadaburi jiwa fana

atau satu ayat saja, alif lam mim misalnya

lebih dari menadarusi jiwa hampa

Awalnya aku senihil ruh subuh

Tuhan meniup ke rahim ibuku, tumbuh

antarkan iman pada jannah keabadian

melalui tujuh strata langit pengampunan

bertelekan permata yaqut dan marjan

balasan bagi insan pemulia Ramadhan.

Fragmen Amal

Ada pak tua renta

menempuh perjalanan ke masjid

mencari keteguhan iman

menuju negeri akhirat

Ada pemuda gagah

menempuh perjalanan dunia

Baca juga:  9 Haiku tentang Kopi - 4 Kwatrin tentang Kopi - Sepasang Barista - Lepau Menjelang 9 Pagi

menjejak gunung dan lintas negara

namun riak kaki tak menjejak di masjid

Ada bocah sok hebat mencipta pesawat

dari sendal jepit yang dicuri di masjid

tak ada yang menyangka

pemuda congkak itu dulunya

pencuri sendal jepit milik pak tua.

Maidah

Bedug magrib telah ditabuh

kumandang azan menggema

dari seluruh penjuru dunia

alam pun luruh seketika

bertasbihlah kami ke hadirat-Nya

Ya Rabbi …

Engkau telah mengaruniakan nikmat tak terhingga

seperti surga yang telah Engkau janjikan

kepada orang-orang yang bertakwa

Engkau telah memberikan nikmat berharga

menghidangkan beraneka makanan dan minuman

pada perjamuan sahur dan buka puasa.

 

Sedia Puisi Sebelum Puasa

Ibadah puasa begitu spesial

tidak sembarang orang mampu meminangnya

panggilan cinta bagi yang beriman saja

pahala rahasia dari Allah Ta’ala

masuk surga lewat pintu-pintu ar-rayyan

Puisi hanyalah pecahan cahaya

dari cahaya awal yang abadi dan mulia

di mana ia lahir tanpa menitah warna

Baca juga:  Penari Bumi - Antagonis - Savitri Gugat - Sekar Jagat

seseorang memungutnya, dan setelahnya

orang-orang merasa tercerahkan

Maka tatkala godaan silih menimpa

tiada salahnya sedia puisi sebelum puasa.

Menjamu Tamu Istimewa

Dari tahun ke tahun, dari hilal ke hilal

pesona tamu ini senantiasa dirindukan

Lewat jendela terbuka

wajah-wajah bocah menyambut ceria

tamu ini tersenyum dan memeluk mereka

Dengan semangat pengharapan

kami menjamu tamu istimewa ini

ia bernama Ramadhan

ia menjanjikan satu kemenangan

kami pun siap perang

memerangi hawa nafsu

pada diri kami masing-masing.

 

Teguh Wibowo, yang lahir di Trenggalek, 11 September 1990, merupakan peraih anugerah Pena Jatim Award 2017 pada kategori Penulis Puisi Terpuji. Selain puisi, pemilik nama pena ‘Real Teguh’ itu juga aktif menulis resensi, prosa, beberapa artikel, esai, dan opini. Buku teranyarnya ialah Resolusi Semilyar Cahaya (2017) dan Mahabbah Suci (2018)

[1] Disalin dari karya  Teguh Wibowo
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 3 Juni 2018