Aura Kemerdekaan

. Dikliping tanggal 19 Agustus 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Aku baru saja menyeberangi jalan
Di tempat yang seharusnya
tapi aku nyaris diserempet oleh sebuah kendaraan
yang melaju begitu kencangnya
garisgaris zebra itu ternyata tak bisa menjaminku untuk selamat langkahku berbeda dengan ego pengendara

Puluhan tahun lalu beragam orang dengan beragam pula budaya dan bahasa
telah menekan ego-ego yang ada lalu memutuskan untult bersatu lalu berjuang bersama
dan terbentuklah sebuah negeri baru
alangkah indahnya kemerdekaan

Namun, seperti layaknya suatu kejuaraan
alangkah sulit pula mempertahankan kemenangan
kala piala sudah dalam genggaman seolah semua telah usai d
an alpa untuk mempertahankannya
Kuberkhayal andai piala kemerdekaan yang telah diraih
terus digerggam erat oleh orang-orang
dan terus dibersihkan dari ego-ego yang berlebihan
maka segala penjuru negeri akan dipenuhi aura yang permai tenang

Baca juga:  Telepon dari Ibu - Di Ujung Azan - Pulang - Kampung Halaman - Paragraf Hujan yang Dituliskan Anakku - Gadis - Sepanjang Jalan Hujan

Alangkah indahnya bila semangat kemerdekaan selalu mewarnai kehidupan sehari lepas sehari

Frilz Hendrik Nino, lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1962, beralamat di Sarijadi BIok 1X/135, RT 06 RW 04, Sarijadi, Bandung 40151, cukup aktif me-nulis puisi sejak di bangku kuliah. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media cetak. Pada tahun 2007 puisinya yang berjudul “Saat Betbagi” berhasil meraih juara harapan JJ1 pada lomba puisi dalam rangka Harkitnas yang di-adakan oleh Perhimpunan Inti (Indonesia Tionghoa).


[1] Disalin dari karya Frilz Hendrik Nino
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 19 Agustus 2018