Sepasang Ulat di Daun Nangka – Seikat Kacang Panjang – Zikir Langit Bungduwak – Angin Agustus – Kamar Rias

Karya . Dikliping tanggal 20 Agustus 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Sepasang Ulat di Daun Nangka

aku-kamu merepih bayangan
jadi kawat-kawat kecil
untuk rusuk daun,

waktu mengasah pandangan kita
hingga daunan bagai istana
mengikat hidup pada lengan ranting,

di sini, kita berangan akan hidup lama
mohon luput dari bidik paruh burung
sampai liuk kita membekas jadi huruf sejarah

yang akan dibaca anak-anak
dan didengarkan para orang tua.

Dik-kodik, 2018

Seikat Kacang Panjang

tak ada aku, tak ada kamu
sebagai kita yang menghatur liuk tubuh
bagi angin dari timur
demi hidu cuping hidung para kuli,

seraya lengkap kita payungi
bebiji yang merawat daging
yang telah menamatkan gending
di waktu yang hening,

Baca juga:  Bungduwak - Catatan Malam Jum'at - Janji

hingga kita terangkis
ke dalam bakul bambu
menuai susu angin
dengan asuh yang dingin,

dan eratlah kita berangkulan
di bentang kawat gerobak tukang sayur
seraya berdoa untuk hidup yang makmur.

Gapura, 08.2018

Zikir Langit Bungduwak

kurupa wajahku di setampung daun
hening menusuk daging
dengan anginMu jauh kukembala
tunjuk tasyahudku
menjamah garis malam
yang dikerubung kunang-kunang.

lalu aku tenang
sebagai gayut tembang
mengantar suara ladang
pada pokok kesunyian,

di mana bintang dan bulanku
berpeluk saling merelakan
cahayanya ditunjam
menghapus seribu kegelapan.

Baca juga:  Pada Sebuah Koran Pagi - Selamat Malam Langit Keruh - Bayi dan Hujan

Bungduwak, 08.18

Angin Agustus

angin lirih
cekat menyingkap debu
di pinggang sejarah yang kelabu,

berdesir memahat namamu
di bibir batu dan di curam kalbu,

sejuk menguar wangi darah
bercampur harum bunga.

Dikkodik, 08.18

Kamar Rias

tenggelam dalam ragam warna
cakap kosmetik
merempahi udara
dengan harum kebun surga,

tubuh dalam takar takdir lain
melumat riak waktu
dari rahim jam bergambar bunga,

kau dan aku
bagai sepasang kupu-kupu
menyeberangi pintu surga
dengan sepasang hati berwarna jingga.

Banjar, 08.18

Boneka

A Warits Rovi, lahir di Sumenep, 20 Juli 1988. Menulis puisi, cerpen, esai, artikel, dan naskah drama. Tulisannya tersebar di media massa. Karyanya teranantologi dalam Bersepeda ke Bulan (puisi pilihan Indo Pos 2014), Ayat-Ayat Selat Sakat (puisi pilihan Riau Pos, 2014), Ketam Ladam Rumah Ingatan (2016). (44)

 

[1] Disalin dari karyaA Warits Rovi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” edisi 19 Agustus 2018