Doa Panjangmu – Kotakata-Kata – Etalase di Taman Kota – Shalawat Kiblat

Karya . Dikliping tanggal 24 September 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Doa Panjangmu

– untuk pendoa di Senayan
doa-doa panjangmu
yang meraung-raung itu
menjelma sulur sunyi,
melilit lehermu
dan kau, tak sanggup lagi
menghela napas
karena rongga dadamu
telah dipenuhi amarah,
kebencian, dan kesumat.

doa-doa panjangmu
hanya menjadi hiasan kepala,
dan pengharum mulutmu
bukan mahkota
yang menahbiskanmu
menjadi putera sang semesta

2018

Kotakata-Kata

kata tak akan sanggup
mengubah kota
apalagi cuma sumpah
paling sampah
perda bukanlah perdu
yang tumbuh liar
di ruang rapat paripurna
ia adalah tata kata
bagi terciptanya kota kerja
supaya kita tak hanya
membangun kota kata-kata

Baca juga:  Menunggu Keadilan Pulang - Hidup di Negeri Palsu

2018

Etalase di Taman Kota

malam menggelincir
merambatkan kelam dalam
seseorang tidur di bangku,
memilin mimpi dengan air liurnya
sementara temannya bersandar di tembok
sambil gemetaran sakauw

pemain biola berdiri
tak jauh dari tiang lampu
memainkan lagu-lagu,
stambul luka hati
bagi kekasih yang pergi mengkhianati

sepasang kekasih mengatur
rencana bunuh diri, setelah
hubungan mereka tak disetujui

petugas keamanan kota
hanya lalu-lalang
tanpa pernah tahu,
ada seribu cemas,
ada seribu ragu
inikah kota yang telah mati?

Baca juga:  Dalam Peti Mati - Senja - Serenada Senja - Rahim Cahaya - Pintu Waktu - Kutaruh Segenap Rapuh

2018

Shalawat Kiblat

/1/
di kiblatmu kuukir doa-doa purba
seperti telah diajarkan oleh utusanmu,
dan para sahabat
tentang kaum pinggiran
yang menjadi perhiasan para durjana
tentang air mata
yang mengental, mengkristal
setelah semua kesah
tak lagi dirasakannya

/2/
di kiblatmu, kupandangi wajah teduhmu
wajah paling rahman nan rahim
mulutku kelu,
terkunci oleh setumpuk dosa
di setiap jejak langkahku
dengan apakah ‘kan kutuang
segala sesal paling radang

/3/
di kiblatmu
kelak aku akan kembali

2018

*) Joshua Igho, lahir di Magelang, Jawa Tengah. Bergiat di kajian sastra dan musikalisasi puisi. Karya-karanya terhimpun di sejumlah antologi puisi dan dipublikasikan di berbagai surat kabar dan majalalah sastra. Igho juga merupakan salah satu editor di Wikipedia bahasa Indonesia.

[1] Disalin dari karya Joshua Igho
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 23 September 2018