Jika Aku Layang-layang

Karya . Dikliping tanggal 9 September 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Jika Aku Layang-layang

jika aku layang-layang
mungkin aku sedang terbang, mengawang, menawan
terbang bukan sebagai kumbang sebab aku terbang
hanya melalui benang, angin kemarau, serta langit lapang
bukan terbang melalui sayap sekaligus napas. bukan

aku hanyalah mainan
yang terbuat dari mambu caruk, kertas minyak
yang dijilid sesuai ukuran. mainan yang terbang melalui
benang, angin kemarau, serta langit lapang. terbang dikendalikan
tangan bukan keinginan apalagi tuhan. bukan

aku hanya terbang
Sebagaimana harapan memasung keinginan
sebagaimana kesendirian mengimankan aku pada kesunyian
sebagaimana pikiran memamerkan dunia dalam bayang-bayang

Baca juga:  Banaspati

begitulah layang-layang, terbang, mengawang,
Menawan di ingatanku, sementara di hadapanku:
anak-anak begitu girang sebab telah begitu
pandai menjadikan aku sebagai mainan

Menggali Tubuhmu

menggali tubuhmu
seperti menggali sumur
di tengah lautan, aku tenggelam
sejak penggalian pertama baru dimulai

Doa Akhir Pekan

tuhan, lindungi aku dari serangan kesepian
sebab ia lebih berbahaya daripada setan

Sengat Ibrahim. Aktif di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Lahir di Sumenep Madura 22 Mei 1997.


[1] Disalin dari karya Sengat Ibrahim
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” edisi Minggu Pertama September 2018