Sajak Masa Kecil – Sajak Kelahiran

Karya . Dikliping tanggal 3 September 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Sajak Masa Kecil

Dahulu sekali
kanak-kanak adalah musim semi

angan-angan dan ingin saling berpacu
menembus kepala kecil kita

Pesan Anak kepada Ibunya

Dalam susah dan musin yang berubah
kepalamu dipenuhi banyak hal dan masalah
hujan membasahi lahan kering di dadamu
kemarau menyalakan api tungku dan resahmu

maka pada waktunya
akan ada yang bebasa dan terlepas
dari apa yang telah kandas

Sajak Kelahiran

Hidupmu adalah lorong gelap: ruang purba
yang nantinya akan kususuri dan kusadari
bahwa usia telah merangkak jauh
dari papan dan tikar pandan
tempat kau dilahirkan

Baca juga:  Cermin

kelahiranmu ditandai oleh sepasang
angka yang bertemu
dan hantu-hantu di hutan berseliweran di kepala orang-orang
namamu telah ditulis bertahun-tahun lalu
pada daun pintu, lemari kayu, dan takdirmu

kelahiranmu juga dirayakan dengan darah hewan
yang mengalir membawamu dapatkan berkah
dan kelak akan emmaksamu tinggalkan rumah
orang-orang akan berjaga beberapa malam
untuk menjauhkanmu dari ancaman
dan merangkum dalam kehangatan

Kita Tak Merayakan Apa-apa

Kita tak pernah merayakan apa-apa
hati kita tak pernah rera didera derita
selalu ada segala bentuk perkara
yang menjadi celaka sekaligus petaka

Baca juga:  Roman Platonis - KDRT - Rahasia Ibu - Instrumen Diam - Paragraf Cikupa - Jejak Cemara - Boulevard Jakarta - Monolog Lajang - Foot Note sang Plagiat

maka kita selesaikan
sebab puncak dari segala ketakutan
adalah penyesalan

Bayu Aji Setiawan. Lahir di Sei Apit, Siak Sri Indrapura. Riau. mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Bergeliat di Komunitas Madah Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), dan jejak Imaji.

[1] Disalin dari karya Bayu Aji Setiawan
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” edisi 2 September 2018