Yang Datang sebagai Utusan – Yang Selalu Engkau bagiku – Yang Membuat Rumah Jadi Bercahaya – Yang Kupanggil Ibu Susu – Yang Kurindu Segera Sampai

Karya . Dikliping tanggal 3 September 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Yang Datang sebagai Utusan

– satria pamungkas

engkau datang untuk yang tak mau selesai
seperti tiupan angin bagi mendung tergantung

mendung yang batal jadi gerimis
yang urung jadi hujan

aku tak akan bertanya siapa dirimu
sebab aku tahu kau adalah titik cahaya
kala segala harap berasa padam

kau serupa kejut panjang
kala degub jantung berasa memelan

aku tahu engkau
datang sebagai utusan alam
apa pun yang menolak selesai
dan melenceng dari ketentuan
kau lempangkan semakna rajah tangan

aku menerima kedatanganmu
sebagaimana kuterima jalan hidupku

2018

Yang Selalu Engkau bagiku

– banyu bening

yang selalu mengurai cuaca masai
saat jalan sungaiku beriam
berjeram

yang selalu memberi ketenangan
ketika jalan sungaiku sampai
di palung paling dalam

yang selalu gemericik merdu
bila jalan sungaiku terhadang rambu
lumut dan batu-batu

banyu bening
mengalir jauh hingga puisiku
merupa ilham baru
menderas dari langit biru

Baca juga:  Seorang Perempuan Hanya - Menemu Tidur - Ruang Tamu

mengalir jauh hingga hilir hidupku
ditolak angin semilir
melarung semua pahit getir

merasuk dalam hingga butir darahku
menguatkan nafas yang melenyai
menyegarkan sel tubuh yang melayu

banyu bening
bagiku engkau yang selalu

2018

Yang Membuat Rumah Jadi Bercahaya

– banyu embun

setiap pagi
kami selalu membuka jendela kamar
lebar-lebar
membiarkan sejuk udara dan hangat matahari
masuk
membawa kilau banyu embun dari ujung-ujung daun

sepanjang pagi
kami saksikan kilau banyu embun itu
membuat kamar dan seluruh rumah jadi bercahaya
semua penghuninya membuka hati bagi yang bertandang
dengan sepotong kue kasih dan secangkir kopi sayanng

selagi berdoa kami tak pernah lupa meminta
setiap pagi tiba
langit senantiasa biru warnanya
hingga sejuk udara hangat matahari kilau embun

membuat rumah kami jadi selalu bercahaya
hingga orang-orang senang bertandang
mencicipi sepotong kue kasih dan secangkir kopi sayang

Baca juga:  WADUK

sampai datang siang bahkan senja menjelang

2018

Yang Kupanggil Ibu Susu

– nduk

aku tahu
tiada setetes pun air susumu dalam darahku
tetapi deras air cintamu yang mengucur sebagai susu
membuat aku tak ragu menyebutmu ibu

air cinta yang kureguk saban hari
pada sayur asam sambal kukus dan gimbal teri nasi
pada pantalon sarung dan baju yang terlipat rapi
pada omelan delik mata yang menyimpan panas api

maka tanpa ragu kupanggil kau ibu
ibu susu yang menetekiku
dengan cinta seluas bentang kalbu
dengan benci selembut kain beludru
dengan doa seputih kapuk randu

aku tahu
engkau ibu tak cuma bagi anak-anakku
tetapi pun untukku

maka bila aku lemah: kuatkanlah
bila aku alpa: ingatkanlah
bila aku lancung: jujurkanlah
bila aku gawal: maafkanlah

maka tanpa ragu aku menyebutmu ibu

2018

Yang Kurindu Segera Sampai

– baiduri

Baca juga:  Sajak tentang Seorang Murid - Sebelum Malam Susut - Perjumpaan

Jika cemas boleh diibaratkan sebagai cabai
pedas bagaimana lagi yang kautawarkan
sesudah bertahun kauberikan cemas terpedas
hingga hati menjadi jeri hingga lidah menjadi lidas

ayolah segera berubah, kekasihku
biar cemas tak menjelma pedih
biar pedas menjadi berasa gurih

jika menunggu merupakan benih asa tersemai
seberapa lama buah pohonnya bisa tertuai
sedang sprei di ranjang pelahan memasai

kau masih saja duduk di situ santai lagi abai
ayolah beranjak, sayangku
sebab waktu tak pernah mau lama menunggu
bulan dan tahun berulang datang pergi

jangan biarkan dirimu terlambat dan sendiri
beranjaklah, sayangku
aku rindu kau segera sampai

segera sampai

2018

BonekaMukti Sutarman Espe, penyair kelahiran Semarang, tinggal di Kudus. (44)

 

 

 

[1] Disalin dari karya Mukti Sutarman Espe
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” edisi 2 September 2018