Di Pos Kamling Jetis

Karya . Dikliping tanggal 15 Oktober 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Di Pos Kamling Jetis

Sepertinya orang-0rang sedang menjemput waktu datang
Kembali di perantauan
Barisan barang-barang sudah dikemasi sebagai ungkapan selamat tinggal
di kota kelahiran
Matahari setia mengurai deras peluh
Dan seduhan kopi terus dituang
Perbincangan tentang kenangan dan asap-asap kehidupan menguras pun­
tung ungkap di mulutnya

Suara gemuruh penumpang
Berburu jurusan mana yang digadaikan
Suara kaki dan gemricik makan siang
Adalah persiapan jalan panjang akan ditunggang
Di antara barisan kepala kondektor yang menawarkan recehan

Baca juga:  Burung Hantu Bermata Iblis

Memang kota, tujuan utama
Bukan desa lagi yang menjadi lahannya
Sebab petani tak lagi bergairah menanak nasi di pematangan
Hanya secuil saja demi keterpaksaan mereka tinggal

Di sini
Adalah saksi bagaimana rakyat berdiskusi
Tentang sebuah tragedi penghasilan
Tahun ini
Dan bagaimana anak-anaknya bisa sekolah dan makan nasi tanpa menung
gu subsidi basi

Nastain Achmad, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro. Alumnus Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan.


[1] Disalin dari karya Nastain Achmad
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 14 Oktober 2018