Ngaji – dalam – Samudera Kopi – Aku Tanpamu – Seusai Badai

Karya . Dikliping tanggal 15 Oktober 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Ngaji

– kang tefur

Aku mendengar deru jantungmu,
menantang perintahperintah raja
Aku mendengar gemuruh dalam kepalamu
memaki pujipujian
Aku mendengar darahmu
congkak menolak lezat
Kau mengolok obat-obat
untuk melawan rasa sakitmu
Menertawakan kesedihan, katamu, tidak membiarkan-
nya berkuasa

dalam

aku menguap dalam lembab,
angin
awan
hujan
aku mengalir dalam keruh,
liur
mani
darah
semua bersembah dalam aku

Samudera Kopi

dalam palung biru samudera
kulihat bayang
merenangi jernih
melenguh jerih

Baca juga:  Jalan Cilame - Tangan

burung jiwa lepas
dari sangkar
tanah bersulam air
lesap dalam gelap tanpa kiblat
jalang menggelandang

busur lengkung sabit
membentuk lancip sudut
lalu melontar anak panah bermulut runcing api
bertarunglah
kekalahan akan mengoyak
kemenangan akan membakar

dalam segelas hitam kopi
kulihat bayang
merenangi hangat
menawar duka

Aku Tanpamu

Aku siapa tanpa kamu
Camar terombang-ambing tanpa cita
Di tepi laut sunyi, sendiri

Engkau memanggilku bercinta
Katamu engkau esa

Rindu yang membuatku rapuh
Karena api cinta padamu
Menyala sesekali bertukar padam
Karena engkau pemilik cahaya
Kurelakan hati dan jiwa jadi minyak dan sumbunya

Baca juga:  Honey Politics

Aku
Siapa tanpa kamu
Aku bukan anak-anak tanpa duka dan dosa
Karena cinta
: biarlah aku bersimpuh menangisi diri yang berbalur dosa

Engkau memanggilku bercinta
Katamu engkau esa

Seusai Badai

Akulah dedaun basah
setelah hujan
telantar

Badai bersembunyi
di balik getah pinus
meneroka jalan
dari senja kepada
fajar
tersenyum embun jernih
cahaya menjabat kulitmu lembut
kenari beruluk salam

Mufti Wibowo, lahir dan berdomisili di Purbalingga. Menulis puisi, cerpen, dan esai. Bergiat di Komunitas Bunga Pustaka. (28).


[1]Disalin dari karya Mufti Wibowo
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 14 Oktober 2018