Jangan Cari Dokter

Karya . Dikliping tanggal 28 Januari 2019 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Jadi Cicak

dalam ruangan ini
aku jadi cicak
dan seekor nyamuk mengacungkan
belati

2009-2010

Jangan Cari Dokter

aku sakit,
jangan cari dokter

23-26 Mei 2010

Jaga

aku mau tidur
jaga aku hingga pagi
baru kita pergi

26 Mei 2010: 02.10

Dengan Apa

ingin mengertimu
tapi kabut selalu
bagai selimut
ingin selalu menyebutmu
namun katakata
tertatih di bibirku
dengan apa aku bisa
menerimamu dengan penuh?

25-26 mei 2010

Peziarah

sebungkus rokok belum cukup
waktu untuk menemaniku
secawan kopi pahit akan habis
sebelum cinta dimulai
malam bagi peziarah
adalah menujumu

Baca juga:  Aksara Malam - Narasi Malam

*maret-mei 2010

Sungai

sungai ini juga
yang mengantarku
ke rahim ibu

*sungai tulangbawang, 2010

Ladang Tebu

di ladang tebu itu
aku tak mencecap gula ibu

sil 2010

Waktu

ikut aku
sisa waktumu sedikit
dan ucapkan pamit…

*kotabumi, april 2010

Lampu Kamar

lampu kamar ini mulai redup
saat aku membenah diri
dari sisa hujan sore tadi:
peluk aku sebelum ia mengecupku

25 mei 2010

Bintang di Rambutmu

bekas hujan yang kusimpan
di ujung rambutmu
kini menjelma bintang
dan aku menyanyikannya
sebelum ke peraduan

Baca juga:  Luka Pun Menganga

26.05.10

Menggali Usia

aku masuk ke sumurmu yang kering
menggali lebih dalam usiaku di sana

2010

Ingatan

kulupakan wajahmu
tapi semakin mengganggu
ingatanku

250510

Kursi di Dekat Pagar

setiap ke kafe ini, selalu kaupilih kursi
di dekat pagar itu:
bersandar bagi masa depan,
langit yang berbintang
turun ke wajahmu

kafe roti boy 03.06.2010

Isbedy Stiawan ZS, lahir dan besar di Tanjungkarang, Lampung. Buku sastranya yang terbit pada 2018, yakni Kau Mau Mengajakku ke Mana Malam ini? (kumcer, basabasi-Yogyakarta), Kepada Para Toewan, dan Di Alunalun itu Ada Kalian, Kupukupu, dan Pelangi (kumpulan puisiSiger Publisher, Lampiung). Puisi-puisi pendek ini akan diterbitkan buku pada 2019 dengan tajuk Peziarah Waktu – Kumpulan Puisi Pendek (Siger Publisher, Lampung).


[1] Disalin dari karya Isbedy Stiawan ZS
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 27 Januari 2019