Rahasia – Tesis Tentang Jati Diri – Regenerasi – Merenung di Kamar Bangsat – Berani Patah Hati – Kuda Merah Jambu

Karya . Dikliping tanggal 18 Oktober 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Rahasia

Namaku Suparlan, rumahku di sebuah kolam kecil
yang sudah lumutan. Temanku kuncup teratai ungu yang mencintai
perjuangan. Setiap malam tiba aku terbang jauh ke langit, lalu
tubuhku terbelah-belah menjadi kerlip bintang gemintang. Tak
ada yang tahu tentang aku dan semua itu, kecuali hati kecilmu.
Budakeling, 040115

Tesis Tentang Jati Diri

: Priwardhani

Satu persatu kalimat menyusun warna langit di atap kamarmu.
Kalimat itu menari-nari dan tertawa-tawa demi cinta dan
cita-cita. Tak ada lampu di sudut kamar. Debu-debu berlarian.
Rambut pendekmu. Mata lebarmu. Senyummu waktu itu.
Wajahmu yang lucu dan warna kulitmu yang disayangi matahari
timur. Semua bergerak menuju tanda tanya yang terus
menggaung.
Pasuruan – Yogya, 081015

Regenerasi

Catatan Untuk Tunas

Ingatan lahir dari benturan kata-kata
Hari ini adalah doa dari masyarakat masa lalu
Dunia adalah api yang dinyalakan bayi-bayi manusia
Dari kepala ke kepala. Dan kita adalah anak-anak api.
Api dunia
Nitriprayan, 101015

Merenung di Kamar Bangsat

Seribu lagu telah habis
Sepi terbakar
Abu
Ruang berkarat
Hilang
Barang barang berantakan
Nyaris lupa
Di sini tak ada sejarah
Semua bisu
Rambutmu. Pipimu. Alismu
Dan serantang makan siang
Menguap 
Aku menemukan kemerdekaan kecil
Dari pagi dan suara kereta
Stasiun berbicara
Panjang sekali…
Blitar, Juli 2015

Berani Patah Hati

Televisi tak pernah mengajariku merasakan cinta
Burung-burung dan serangga hanya mengajariku berbisik
Aku menertawai rindu yang mulai menari-nari di tubuhku
Rindu adalah antagonis yang manis
Di dalamnya ada langit muram yang sulit bicara
Langit yang menahan hujan tapi mencintai pelangi
Ah, adakah yang lebih merdu dari suara hening?
Di dapur, ibu memasak sayur lodeh dan menggoreng tempe
Aku enggan sarapan pagi, karena pagi telah ditumbuhi duri
Aku menyayangi setiap pagi yang lahir setiap hari
Dan pagi ini mataku menatap hati yang ditulari rindu
Hati yang mulai antagonis. Kakiku melangkah sendiri.
Ke sana!
Nitriprayan 2015

Kuda Merah Jambu

ayah, ibu, aku punya kuda gagah berbulu merah jambu. Kudaku bisa
bicara dengan iblis dan malaikat. ia baik hati
seperti oksigen, lihatlah, ia meloncat-loncat di tubuhku. pernah suatu kali
ia menangis, saat melihat ibu bernyanyi di tengah malam.
katanya ia mendengar sebuah doa, agar anak anak setiap ayah
dan ibu tidak saling membunuh. lihatlah kuda merah jambuku 
ibu, keen kan? seperti hening.
Budakeling, 2015

Si Momon

Burung-burung kecil itu bernama si momon, ia tidak suka dengan ketakutan
dan kekhawatiran. ia mencintai kejujuran dan embun pagi. ia benci dengan kesepian dan eksombongan. apalagi dendam. aku dan teman-teman cinta pada si momon, karena 
ia mengajari kami menjadi diri sendiri dan menjadi arti.
Singapura, 2015

Oleh-oleh

pada suatu hari ibu pergi ke pasar
ia membelikanku setangkai kerlip mimpi
mimpi yang masih tersimpan di dalam hati
dan ia terus berkelip-kelip hingga kini dan nanti

Apa Kabar Diam

apakah nama yang tepat  untuk sebuah bunyi dari nurani?
ia membawa sepi yang ramai untuk jejak langkah
detik berlalu seperti gemericik air yang dihamili mimpi
ia menetes menjadi bulatan panas yang menggelinding.
menjadi mata panah.

Belajar Membaca

: Gus Krisna

Sekolah diawali dari hati yang bahagia
Bahagia tidak dijual di warung-warung
Di warung, ibu bersedih karena ada yang terlupa
Terlupa membuat mantra untuk meraih cinta
Cinta datang dari seberang pulau
Pulau yang berasal dari sayuran dan buah-buahan
Buah-buahan dari tangkai-tangkai yang selalu terjaga
Terjaga di setiap malam, merenungi kekayaan dan kemiskinan
Kemiskinan bukan lahir dari rahim kesenian dan cita-cita
Cita cita menempel di tembok-tembok sekolah
Sekolah untuk para calon pemimpi dan pemimpin
Pemimpin yang mencintai tanah, air dan udara
Udara yang menghidupi suara hati kecil
Hati kecil ingin pergi ke sekolah untuk melihat manusia
Manusia yang ingin belajar membaca dirinya.
Yogya, Februari 2015


Andy Sri Wahyudi: lahir di Rumah Sakit Mangkuyudan Yogyakarta 1980. Pimpinan Bengkel Mime Theatre. Bekerja sebagai penyair dan pantomimer. Suka menanam sayur dan memelihara ikan nila. Sedang mengobservasi penyanyi dangdut. Tinggal di Nitiprayan Bantul.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Andy Sri Wahyudi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” 18 Oktober 2015