Sajak Lelaki dan Sebatang Rokok – Aku Pergi kepada Pagi – Cerita Burung Gereja

Karya . Dikliping tanggal 13 September 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Sajak Lelaki dan Sebatang Rokok

Aku adalah angin yang
berembus dari rerimbunan
imajimu. Menjadikan setiap
pori-pori kulit kehidupanmu
menjadi semilir puisi,
melembabkan juga menger-
ingkan helaan napas yang
mengisi paru-paru pada tiap
malammu.

#Serambi rumah, 31 Juli 2015

Aku Pergi kepada Pagi

Aku pergi kepada pagi.
Tempat aku menemukan
puisi dalam sepi. Malam
menyisakan jejaknya. Pada
langit yang maha sunyi.
Ada mimpi yang terbawa
derap kaki. Aku
mengikutinya seperti deru
napas dan takdirnya.

Baca juga:  Elegi Terakhir - Melewati 27 - 28 April (BBM untuk Chairil ) - Indragiri

Hari-hari adalah bait elipsis.
Waktu tersembunyi dalam
bingkai puisi. Barangkali
sengaja disamarkan. Sebab
Hurufnya mengusik coretan
peristiwa. Dihapuslah ia
dari lembaran-lembaran
kenangan. Hingga tak
berbekas. Kemudian lenyap
dan melebur dalam ingatan.
Mengiris luka menyapih
lupa. Pagi menjelma.

Hanya kepada pagi. Antara
aku dan jantung beku.
Berdenyut pada aliran
darah skeptisme yang tak
berujung.

Dendangkan takdir kege-
lisahan pagi. Matahari diba-
lik pintu-pintu yang terkunci.
Tangan-tangan yang
berpangku dari kenyataan.
Sepucuk tulisan bagi mata
dan pendengaran. Memeluk
sendu dalam dengkur sang
penguasa.

Baca juga:  Limau Hanyut - Ikatan Tali Kapan

Dan ingin ku sampaikan
kepada pagi.
Tentang kebun yang dipagari.
Embun tiada
terangkum lagi pada
barisan puisi. Sebab hanya
aku dan pagi.

#Ruang kosong, 5 Agustus 2015

Cerita Burung Gereja

Mata ini menulis
Di sebuah taman
Rincik air mengalir samar

Tak ada yang bisa
menandingi kebisuan tiang
kepada cerita burung gereja.
Dia hanya bergerak
mengikuti desir angin pada
sebuah bendera.
Sebab pohon-pohon lebih
asyik menyibakkan daun-
nya ketimbang sekadar
menegurnya.

Ahmad Dzikron Haikal, alumnus Universitas PGRI Semarang, tinggal di Demak.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ahmad Dzikron Haikal
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 13 September 2015