Senjaku di Matamu

Karya . Dikliping tanggal 30 Juli 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Senjaku di Matamu

Matamu: senjaku terbenam di situ

Setiap kali hari ingin berganti

Rinduku terbit dari arah mana-mana

Air mata berkata kau telah jauh

Dan aku semakin jatuh

Kututup jendela tapi hatiku selalu terbuka menunggu yang datang

menanti yang diam-diam hilang

aku tahu meski kau kembali

rumahmu bukan pelukan-pelukan dariku

Maka saat kau berniat pulang

Kubiarkan langit menganyam bintang

Agar malam selalu jadi tempat paling tenang bagi langkah-langkahmu mendarat

Di setiap perjalanan yang kau lalui

Selalulah selamat

Sebab telah kutitipkan senja di dua lembar matamu

aku ingin berkata tentang cinta sebagai penutup tapi bagi yang mencintai sendirian rasanya

tidak cukup pantas

Berbahagialah…

Sebelum bait-bait puisi jadi kalimat kalimat kutukan yang akan diucapkan semesta

 

BonekaZetira Regi Tilafa, sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Universitas Suryakancana mengambil jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia serta bergiat di Komunitas Warung Apresiasi Sastra Cianjur

 

[1] Disalin dari karya Zetira Regi Tilafa
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 29 Juli 2018