Seorang Perempuan Hanya – Menemu Tidur – Ruang Tamu

Karya . Dikliping tanggal 11 Oktober 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Seorang Perempuan Hanya

*percakapan malam bersama Handry Tm*
pada akhirnya kita menyerah hanya
kepada seorang perempuan saja
seorang saja
ia
yang paham benar
kapan lelaki mesti didengar
dipijiti
dikeroki
bahkan dipuja manja
lidah serta kelelakiannya
boleh jadi dahulu sekali
sejumlah nama pernah singgah di diary
sebagai puisi
zaenah
susiani
maimunah
winarni
sri indah
atau siapa lagi entah
tetapi pada akhirnya hanya
sebuah nama saja
semata sebuah nama
ia
yang sungguh bisa menjaga janji
menjadi isteri
bersetia menemani hingga di kelak
kala langit kita mulai merendah
dan cahya surya pelahan berkurang terang
pada akhirnya seorang perempuan hanya
yang bersedia tabah kita ajak ke mana-mana
ke segala yang bernama derita
dengan cinta

Menemu Tidur

berharap menemu tidur
tanpa igau dan dengkur
kuserahkan seluruh letih kepada baring
sekalipun tak di tilam berbantal guling
istirah
di mana pun
sejenak melupa hiruk dunia
dengan meletakkan punggung
melempangkan kaki
menanggalkan beban pundak
dan risau hati
ke pejam mata
lelap yang damai dan sunyi
ingin aku istirah
di sungguh
jangan kau usik
sekalipun dengan bisik
sebab bila letih telah pamit
aku akan kembali bangkit
sendiri
lalu bersamamu menulis puisi
lagi

Ruang Tamu

         *najib kertapati z*

selalu begitu
kita bertemu
di ruang tamu
dan percakapan itu
percakapan masa lalu
tentang apa saja
siapa saja
yang melintas di kepala
menumbuhkan cinta
begitulah
kita memilih menjadi tua
dengan mencintai ruang tamu
tempat bertemu
mengukur kadar kasih sayang
dan kesetiakawanan
menerawang yang lalu dan yang akan mendatang
di saat ada yang mesti ditimbang ulang
tetapi kenapa saja selalu begitu
kapan percakapan usai
pertemuan lerai
tiba-tiba kita menjadi tergugu
mangu-mangu
memandang meja dan kursi
yang kian letih
langit-langit dan dinding
yang pelahan menjauh
memandang tentang semua kita
yang mendadak harus menanggung sunyi
kembali sendiri lagi
Mukti Sutarman Espe, tinggal di Kudus Jawa Tengah. Buku kumpulan puisi tunggalnya ‘Bersiap Menjadi Dongeng’ Kini sedang mempersiapkan buku kedua, ‘Menjadi Dongeng’. Kepala SMPN 1 Mejobo Kudus. 
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mukti Sutarman Espe
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 11 Oktober 2015