Seraut Wajah Muram

Karya . Dikliping tanggal 26 Maret 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat
Wahai langit
Bolehkah aku bertanya
Kenapa engkau terlihat kelam
Awan hitam mengelilingimu
Langit pun menjawab
Awan hitam menemani kesendirianku
Kepergian awan putih membuatku sepi
Tapi tak ada air mata yang bisa kucucurkan
Wahai langit
Kenapa tak menangis saja dan lupakan
Karena diam takkan membuat yang hilang kembali
Dan awan hitam takkan pernah lagi
Langit berkata
Aku tak bisa melupakan bagian dari diriku
Aku tak bisa menangis karena airmataku tlah kering
Yang tersisa hanya seraut wajah muram


Dudi Surianto, dilahirkan di Garut 13 April 1987. Aktif di komunitas Sastra Priangan.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dudi Surianto
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 26 Maret 2017