Siangsiang – Ruangruang

Karya . Dikliping tanggal 24 Juli 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Siangsiang 

siangsiang orang membangun rumah dari dasar resah dan panas
belaka
di bantaran kali tak berwajah yang buruk rupanya
selayar denyut kehidupan ada di sana… di urat nadi yang menghitam
dan meracuni
siangsiang orang membakar duka meratap luka dari jelaga 
kematian
meraba sepotong asa dan harapan di diangsiang yang membubungkan
awan panas tak bernyawa…
siang-siang langkah-langkah terbakar aspal jalanan
bermandi debu dan berpeluhkan kesah tak tertahankan
siangsiang ada seorang anak yang hampir mati tergilas roda…roda-
roda kekuasaan yang membuat bapaknya tak bisa membelikan
susu dana emaknya menahan lapar sepanjang hari
kulihat mata yang tak memnacarkan kehidupan dan hati yang tak
berpendar pengharapan…
ke mana orang-orang di negeri ini semuanya meredup dalam duka
suluh yang di sana marilah kita nyalakan bersama..
masih ada asa di ladang duka!
12 September 2008 (kala mentari di cakrawala kota)

Ruangruang

ada satu dimensi di antara ruangruang
ruangruang adalah tempat berisi udara atau bahkan hampa udara
ruangruang ada di mana-mana
ada di sini, ada di sana, ada di sampingmu, atau bahkan di hatiku
tapi satu hal yang kutahu
tak ada ruangruang di hatinya
karena dia terlalu banyak memanipulasi ruangruang di dirinya…
tak bisa membedakan mana nyata mana fana
mana ya mana tidak
mana fakta mana bualan semata
mana benar mana salah
mana mata mana hati
dia bahkan tak punya matahati ‘tuk sekadar membuka nurani
mendengarkan jeritan rakyat di negeri ini
12 September 2008 (kala ruang hati terusik)
Risdiani Agustina, penggemar puisi dan telah mulai menulis sejak SD.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Risdiani Agustina
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 24 Juli 2016