Suara-suara Purnama – Duka Kita Berdaki Lagi

Karya . Dikliping tanggal 6 November 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Suara-suara Purnama

kepada tutin apriyani
jarum jam pun melambat setiap waktu
kutunggu musim meranggas selalu begitu
detak pilu meluruhkan angka-angka di ujung waktu,
tak kuasa ku berlama-lama didera luka.
laksana ke alam tak bermula,
kata tak terjawab, sepi tak bertepi,
diam tanpa bergumam,
aku pun berteriak di telaga mimpi
jarum jam terus melambat
sampai batas tiba
menyergam di antara suara purnama 
Pekanbaru, 08.2016

Duka Kita Berdaki Lagi

astaghfirullah,
siapakah yang menuangkan secangkir danau
hingga limpahannya
melampaui luas tadah di pesanggrahan
ada tangan kaku menggapai di kegelapan
tak ada suara hanya sunyi
bersembunyi
seratus jasad membeku kaku tiba-tiba
dan terbanting di arus lumpur

astaghfirullah,
ada jerit tangis orang-orang tak bernama
terbenam di balik lumpur hitam
duka kita berdaki lagi
padahal kaki kita baru saja
sunyi dati tsunami

ya, allah, di kakimu kami bersimpuh
kikis selalu daki-daki di liang hati kami
barangkali di hari-hari akhir ini kami
terlupa meluangkan sedikit waktu
menatap mataMu
yang tak pernah redup menatap kami

Jakarta, 03.09.16



Fakhrunnas MA Jabbar, lahir di Airtiris, Riau-Indonesia 18 Januari 1959. Menulis dan memublikasikan tulisan berupa puisi, cerpen, esai, dan artikel di hampir 100 media yang terbit di Indonesia sejak 1975.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Fakhrunnas MA Jabbar

[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 6 November 2016