Tak Ada Siapa-Siapa – Hanya – Buku

Karya . Dikliping tanggal 27 Maret 2016 dalam kategori Arsip Cerpen

Tak Ada Siapa-Siapa

Tak ada anak yang tak merindukan sosok ibunya
meski terkadang hanya lupa
bapakku hanya tersisa di bingkai kusam di ujung kamar
tapi senyumnya selalu teduh berbinar
sedangkan Ibu hanya bisa kubayangkan barang sebentar
kata temanku ini lebih baik punya bapak tapi tak punya ibu
karena kita makan nasi bukan rincu
ia tak punya bapak
kata temanku itu lebih baik punya ibu tapi tak punya bapak
karena rindu tak bisa dibeli dan nasi bisa diganti karak
ia tak punya ibu
kataku lebih baik punya keduanya
tak disangka air mata leleh di ujung duka
bapak ibuku tak pernah ada
(Bandung, 2015)

Hanya

sementara jarum melewati angka-angka
aku masih mengejamu dengan terbata-bata
sembari menutup luka, yang tiba-tiba menganga

hanya karena buku fisika SMA

ada namamu di dalamnya
aku diam terpana
pada kaca yang menjanda
pada terik senja kala
yang ebrbaris lewati jendela
ada senyummu di cahaya
sementara kamu di ujung dunia
aku masih duduk di kursi-meja
kelas dua SMA
sambil bersiul seadanya
ada tanya di buku fisika
pada cahaya tanpa nama
(Surabaya, 2014)

Buku

membolak-balik buku
menduakan buku satu dengan buku lainnya
membolak-balik buku lagi
menduakan buku dua dengan buku yang sudah kubolak-balik tadi
jangan-jangan aku tidka sedang emmbaca buku
jangan-jangan aku dibaca buku
siapa yang tahu
tuhanmu pun tak mau tahu
tapi tuhanmu itu selalu tahu kapan aku akan menutup buku-bukuku
atau aku ditutup buku-bukuku
yang bahkan tuhan juga bisa semaunya menutup bukuku, menutup aku,
menutuo kamu
lain kali kusuruh puisiku menutuo aku dan kamu dalam satu buku
(Singapura, 2009)

Rujukan:
[1] Penulis anonim (tak berkenan disebut namanya)
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 27 Maret 2016