Tamsil Wayang di Tengah Detik

Karya . Dikliping tanggal 6 Agustus 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Tamsil Wayang di Tengah Detik

Semisal detik-detik

berputar di sekeliling titik

berdetak pada tubuh usia

menyaksikan dan menyisakan

wayang-wayang fana.

 

Dunia hanya panggung opera.

 

Seumpama lakon, meminjam sebait naskah pendek

taat diperankan wayang

pada layar-layar langit, pada wajan wajah bumi.

 

Fragmen-fragmen menolak putar ulang

segalanya rapi ternukil

oleh dua cahaya niskala

pada umpuk catatan paling detail.

 

Detik-detik menepuk lamunan

menjelma ingatan tingkah wayang

patuh menunggu jemputan titik.

 

Kemudian avontur wayang berhenti

pada akhir naskah, satu noktah.

 

Detik menagih sisa detak

wayang menanam butir cahaya,

atau menjelma limbah

getah dan nanah.

 

BonekaNA Fadhli, pemuda kelahiran Jakarta pada 29 Juni 1994. Penulis merupakan mahasiswa De­partemen Matematika di lnstitut Pertanian Bogor. Seorang penikmat sajak  yang juga tergabung dalam beberapa grup dan organisasi kepenulisan.

 

[1] Disalin dari karya NA Fadhli
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 5 Agustus 2018